Kantor Komnas HAM Papua Diserang OTK dengan Molotov

Must read

Jayapura, Beritakasuari.com – Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua di Kota Jayapura mendapat serangan dari orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu (9/9/2026). Pelaku diduga menggunakan bom molotov dalam aksi yang terjadi ketika aktivitas di kantor masih berlangsung.

Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 10.15 WIT di area parkir kendaraan yang berada di halaman Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua. Pelaku disebut melempar sebuah botol berisi bensin bersumbu ke arah sepeda motor yang sedang terparkir sebelum melarikan diri.

Api yang muncul dari benda tersebut tidak sempat berkembang dan tidak menyebabkan kebakaran pada bangunan kantor. Setelah kejadian, pihak Komnas HAM Perwakilan Papua melaporkan insiden tersebut kepada kepolisian untuk diproses secara hukum.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey mengatakan, serangan tersebut diduga diarahkan terlebih dahulu ke sepeda motor dengan tujuan memicu kebakaran yang berpotensi menjalar ke gedung kantor.

“Sekitar pukul 10.15 WIT pelaku melempar bom molotov dan melempar ke arah motor yang sedang parkir dengan maksud agar motor terbakar dan kemudian merembet ke arah kantor, setelah itu langsung melarikan diri,” kata Frits Ramandey di Jayapura, dilansir Antara, Jumat (11/9/2026).

Frits menilai aksi tersebut merupakan tindakan serius yang tidak boleh dibiarkan. Ia meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui identitas dan motif pelaku.

“Teror ini adalah sebuah kejahatan serius sehingga kepolisian harus bisa mengungkap pelakunya karena kejadian terjadi saat pagi hari,” tegas Frits.

Menurutnya, pengungkapan kasus menjadi penting tidak hanya untuk memberikan kepastian hukum, tetapi juga memastikan keamanan jajaran Komnas HAM Perwakilan Papua dalam menjalankan tugas.

Desakan serupa disampaikan Menteri HAM Natalius Pigai. Ia meminta Polda Papua menangani kasus tersebut secara serius dan mengungkap pihak yang berada di balik penyerangan Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua.

“Saya minta Polda Papua secara serius untuk cek sampai dapat siapa yang melempar bom molotov ke Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” tegas Pigai di Jakarta.

Pigai juga mengingatkan agar proses penanganan perkara dilakukan secara objektif dan tidak didasarkan pada dugaan maupun spekulasi yang belum memiliki dasar penyelidikan. Menurutnya, kesimpulan mengenai pelaku maupun motif harus menunggu hasil resmi dari aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban memberikan jaminan keamanan kepada jajaran Komnas HAM Perwakilan Papua, termasuk para pekerja yang menjalankan tugas di bidang perlindungan dan penegakan hak asasi manusia.

Penanganan secara cepat dan profesional dinilai penting untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi. Selain mengungkap pelaku, proses hukum juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi personel Komnas HAM serta masyarakat yang beraktivitas di lingkungan tersebut.

Hingga laporan ini disusun, pengungkapan identitas pelaku dan motif di balik serangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat kepolisian. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses pengungkapan perkara kepada aparat berwenang.

More articles

Latest article