Manokwari, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan penghormatan terakhir kepada Drs. Edi Budoyo, sosok yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian kepada masyarakat serta pembangunan daerah di Tanah Papua.
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dalam suasana duka dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, serta warga. Bupati Manokwari Hermus Indou memimpin langsung upacara pelepasan tersebut sekaligus menyampaikan ungkapan belasungkawa atas nama pribadi, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat Manokwari.
“Hari ini kita berkumpul dalam suasana duka untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus melepas kepergian salah seorang putra terbaik yang telah mendedikasikan bagian penting dari hidupnya bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai. Kita kehilangan seorang mantan pimpinan senior yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktunya,” ujar Hermus dalam amanatnya, Rabu (9/9/2026).
Menurut Hermus, berakhirnya masa jabatan maupun kedudukan seseorang tidak berarti berakhir pula nilai pengabdian yang telah diberikan. Dedikasi, keteladanan, karya, dan berbagai kontribusi Edi Budoyo disebut akan tetap menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Manokwari.
Hermus juga mengenang kebersamaannya dengan almarhum ketika keduanya menjalankan roda pemerintahan daerah. Edi Budoyo pernah mendampinginya sebagai Wakil Bupati Manokwari. Dalam menjalankan pemerintahan, perbedaan pandangan maupun dinamika kepemimpinan merupakan hal yang tidak dapat dihindari.
Namun, menurut Hermus, berbagai perbedaan tersebut pada akhirnya dapat disatukan oleh tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Sebagai pemimpin, beliau telah menjadi mitra dalam menjalankan tugas pelayanan publik dan menjaga kesinambungan pembangunan. Atas nama pemerintah daerah, kami memberikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh jasa dan karya bakti yang telah almarhum torehkan,” tegas Hermus.
Hermus turut menyampaikan pesan kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri, anak-anak, dan cucu almarhum. Ia berharap keluarga dapat terus mengenang Edi Budoyo melalui berbagai kebaikan, keteladanan, serta rekam pengabdian yang telah ditinggalkannya selama berada di Tanah Papua.
“Beliau datang, hidup, bekerja, mengabdi, hingga akhirnya memejamkan mata dan dimakamkan di Tanah Papua. Nama dan pengabdiannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah besar Kabupaten Manokwari,” tambah Hermus.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Manokwari juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan pengampunan atas segala kekurangan maupun kekhilafan almarhum selama hidup. Ia berharap kepergian Edi Budoyo tidak hanya menjadi momentum berkabung, tetapi juga mengingatkan semua pihak mengenai pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan.
“Selamat jalan Bapak Drs. Edi Budoyo. Terima kasih atas semua dedikasi, karya, dan kasihmu untuk Kabupaten Manokwari tercinta. Segala jasa dan kebaikanmu akan selalu kami kenang,” tutupnya.
Setelah rangkaian upacara pelepasan selesai, jenazah Edi Budoyo kemudian dibawa menuju lokasi pemakaman di Taman Makam Bahagia yang berada di kawasan Taman Makam Pahlawan Manokwari.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan penghormatan dari jajaran ASN, pejabat Pemerintah Kabupaten Manokwari, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Kepergian Edi Budoyo meninggalkan catatan pengabdian yang menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Manokwari.



