Nabire, Beritakasuari.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperluas akses pendidikan melalui program pembiayaan pendidikan gratis. Hingga tahun 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 64.000 pelajar dan mahasiswa di dalam maupun luar daerah.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Papua Tengah dalam memperoleh pendidikan.
Menurut Meki, pembiayaan pendidikan tahun ini mencakup lebih dari 58.000 siswa pada jenjang SMP, SMA, SMK, Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga peserta didik yang tinggal di asrama sekolah.
Selain pelajar, sekitar 6.000 mahasiswa juga memperoleh dukungan pembiayaan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai wilayah.
“Pemprov Papua Tengah tahun ini membiayai lebih dari 58.000 siswa SMP, SMA, SMK, SLB, dan asrama sekolah dan sekitar 6.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai daerah,” kata Meki di Nabire, Senin.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan potensi anak putus sekolah yang disebabkan oleh persoalan ekonomi.
Dukungan pendidikan turut diberikan kepada sekolah berasrama serta mahasiswa asal Papua Tengah yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Untuk kelompok mahasiswa yang belajar di luar negeri, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar setiap tahun melalui mekanisme hibah.
Meki menilai perluasan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berada di lingkungan sekolah. Karena itu, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada peserta didik, tetapi juga kepada para tenaga pendidik.
Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa pembiayaan sertifikasi guru. Selama dua tahun terakhir, sebanyak 1.800 guru telah mendapatkan dukungan untuk mengikuti proses sertifikasi.
“Selama 2 tahun ini kita juga membiayai 1.800 guru untuk mendapatkan sertifikat, sehingga guru bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dengan tambahan insentif,” ujarnya.
Menurut pemerintah daerah, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru merupakan bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas. Guru yang memiliki kompetensi dan mendapatkan dukungan yang memadai diharapkan mampu memberikan proses pembelajaran yang lebih baik kepada peserta didik.
Program pendidikan gratis tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan Papua Tengah. Dengan akses pendidikan yang semakin terbuka, pemerintah berharap generasi muda memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Meki meminta seluruh penerima manfaat, baik siswa, mahasiswa maupun guru, memanfaatkan dukungan pemerintah secara bertanggung jawab. Sekolah juga diharapkan dapat mengelola program pendidikan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tujuan pembangunan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Karakter dan integritas generasi muda juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan semangat untuk terus maju,” kata Meki.
Dengan cakupan penerima yang mencapai lebih dari 64.000 pelajar dan mahasiswa, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Papua Tengah dalam memperkuat fondasi sumber daya manusia. Keberlanjutan program diharapkan mampu membuka peluang pendidikan yang lebih merata sekaligus mendukung lahirnya generasi Papua Tengah yang kompeten dan berkarakter.



