Manokwari,Beritakasuari.com – Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026–2030, Mohamad Lakotani, memaparkan visi, misi, serta sejumlah program yang akan diusungnya dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat di Manokwari, Kamis (17/9/2026).
Dalam pemaparannya, Lakotani menempatkan pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan pembinaan atlet, pengembangan sumber daya manusia, serta penyediaan fasilitas olahraga sebagai bagian dari arah program yang ditawarkan.
Ia merumuskan empat pilar utama yang menjadi dasar visi dan misinya. Pilar pertama berkaitan dengan digitalisasi serta transparansi pengelolaan organisasi.
Menurut Lakotani, sistem manajemen internal KONI Papua Barat perlu diarahkan menjadi lebih terbuka, akuntabel, dan memanfaatkan teknologi digital, termasuk dalam pengelolaan serta pelaporan keuangan. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih baik kepada seluruh cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota.
“Kami berkomitmen mewujudkan tata kelola KONI Papua Barat yang transparan dan akuntabel melalui digitalisasi manajemen serta laporan keuangan yang terbuka. Seluruh pengurus cabor dan KONI kabupaten/kota harus terlayani dengan baik,” tegas Lakotani.
Pilar kedua yang disampaikan berkaitan dengan pembinaan atlet secara berjenjang sekaligus pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP). Lakotani mendorong adanya sistem pembinaan yang lebih terarah mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Ia juga menargetkan agar atlet lokal, khususnya OAP, memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang hingga masuk dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dan mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pilar ketiga dalam program yang dipaparkannya. Fokusnya mencakup penguatan kapasitas dan kompetensi pelatih serta wasit, termasuk mendorong peningkatan lisensi bagi tenaga olahraga di Papua Barat.
Sementara itu, pilar keempat diarahkan pada penguatan sarana dan prasarana olahraga melalui sinergi dengan pemerintah daerah. Lakotani menilai dukungan fasilitas yang memadai membutuhkan kerja sama antara KONI dan pemerintah melalui berbagai bentuk kemitraan.
Dalam kesempatan tersebut, Lakotani juga mengajak seluruh elemen olahraga di Papua Barat menjaga kebersamaan di tengah proses pemilihan Ketua Umum KONI periode 2026–2030.
Ia menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika yang muncul selama tahapan pencalonan menimbulkan perbedaan di antara para pelaku olahraga.
“Saya menyampaikan permohonan maaf jika dalam proses pencalonan ini ada dinamika. Setelah forum ini berakhir, mari kita kembali bersatu. Olahraga dan nama besar Papua Barat hanya bisa kita angkat jika kita semua bergandengan tangan,” pungkasnya.
Paparan tersebut menjadi bagian dari tahapan Musorprovlub KONI Papua Barat yang mempertemukan para pemilik hak suara untuk menentukan kepengurusan KONI Papua Barat periode 2026–2030.



