Bandara Douw Aturure Kini Bisa Didarati Boeing

Must read

Nabire, Beritakasuari.com – Pengembangan Bandara Douw Aturure menjadi tonggak penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia. Bandara yang terletak di Kabupaten Nabire ini kini telah mampu didarati pesawat berbadan besar, termasuk Boeing, sebuah capaian yang sebelumnya hanya menjadi harapan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas realisasi tersebut usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 April 2026. Ia menggambarkan keberhasilan ini sebagai simbol transformasi sekaligus bukti nyata bahwa upaya pembangunan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil konkret.

“Hari ini tanggal 20 April 2026 saya Wakil Menteri Dalam Negeri, merasa bersukacita sekali karena apa yang kami impikan pada saat itu, yakni memperpanjang Bandara Douw Aturure untuk didarati oleh pesawat Boeing, semuanya sudah terwujud. Hari ini pesawat Wakil Presiden Republik Indonesia mendarat di Bandara Douw Aturure,” ujar Ribka.

Ia juga mengenang masa awal saat menjabat sebagai penjabat gubernur di wilayah tersebut yang penuh tantangan dan keraguan. Namun, menurutnya, proses panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembangunan yang kini membuahkan hasil nyata bagi masyarakat Papua Tengah.

Kunjungan kerja tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kesiapan infrastruktur transportasi udara di daerah. Peninjauan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis untuk memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur.

Dari sisi teknis, Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Papua Tengah Samuel Ricky Rantelimbong menjelaskan bahwa pengelolaan bandara berada di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Nabire, dengan fasilitas yang terus ditingkatkan baik di sisi udara maupun darat. Perpanjangan landasan pacu dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter menjadi faktor utama yang memungkinkan pesawat berbadan besar untuk mendarat.

Meski demikian, pengembangan belum berhenti. Rencana ke depan mencakup pelebaran runway, perluasan apron, peningkatan kapasitas terminal penumpang, hingga pembangunan garbarata guna menyesuaikan dengan kebutuhan pesawat berkapasitas besar.

Kehadiran sejumlah pejabat nasional dalam kunjungan ini, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, semakin menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan di Papua Tengah.

Dengan peningkatan kapasitas Bandara Douw Aturure, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat semakin efisien, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di wilayah Papua Tengah. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi integrasi kawasan serta pemerataan pembangunan nasional.

More articles

Latest article