BKMT Papua Barat Dorong Program Nyata untuk Masyarakat

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Ketua Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim, Hj Novia Utami Manaray, resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKMT di Kabupaten Fakfak pada Minggu, 10 Mei 2026. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya transformasi peran majelis taklim agar lebih aktif menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Menurut Hj Novia, BKMT tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi pengajian yang identik dengan kegiatan seremonial atau penggunaan seragam semata. Ia menilai lembaga tersebut memiliki kekuatan besar sebagai wadah pendidikan nonformal yang telah menjangkau hingga tingkat distrik dan kampung di Papua Barat.

Ia menegaskan bahwa luasnya jaringan BKMT harus dimanfaatkan untuk menghadirkan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, Rakerda di Fakfak diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus awal perubahan dalam menyusun program yang lebih relevan dan solutif.

“Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata, mulai dari stunting, buta huruf Al-Qur’an, hingga dampak negatif perkembangan digital terhadap anak dan remaja,” ujar Hj Novia di hadapan peserta rapat kerja.

Selain fokus pada bidang pendidikan dan sosial, ia juga mengajak seluruh pengurus majelis taklim untuk memperkuat pendekatan dakwah yang lebih terbuka dan mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda dan para ibu muda.

Menurutnya, penyampaian materi keagamaan perlu dikemas lebih sederhana, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk menghadirkan edukasi parenting berbasis nilai-nilai Islam yang sesuai dengan tantangan keluarga modern saat ini.

Hj Novia juga mendorong penguatan ekonomi umat melalui pembentukan kelompok usaha bersama di lingkungan majelis taklim. Ia melihat Kabupaten Fakfak memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi usaha produktif berbasis masyarakat.

Potensi pengolahan pala sebagai komoditas khas Fakfak hingga hasil laut bernilai ekonomi tinggi dinilai dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.

“Majelis taklim harus mampu menjadi ruang pemberdayaan umat. Tidak hanya belajar agama, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj Novia turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai toleransi dan persaudaraan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Fakfak melalui filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”.

Ia menilai BKMT memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat. Majelis taklim diharapkan menjadi ruang yang menghadirkan kesejukan, mempererat persaudaraan, dan menjaga rasa saling menghormati antarwarga.

Menutup arahannya, Hj Novia meminta seluruh program BKMT ke depan tidak lagi bersifat seremonial semata, melainkan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga memberi motivasi kepada seluruh pengurus agar tetap semangat mengabdi karena setiap kontribusi yang diberikan untuk kepentingan umat merupakan amal yang bernilai ibadah.

“Semua tenaga, waktu, dan pengorbanan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat dan umat tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT,” tutupnya.

More articles

Latest article