Ransiki, Beritakasuari.com – Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Manokwari Selatan. Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Tahun 2026.
Kapolres Manokwari Selatan AKBP Marzel Doni, S.I.K., M.H., turut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Manokwari Selatan, Distrik Ransiki, Selasa (4/8/2026). Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga mengikuti agenda tersebut.
Sekitar 100 peserta Tim Ekspedisi Patriot ITS hadir dalam forum yang menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, sivitas akademika ITS, dan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut diarahkan untuk menyatukan perspektif serta menyusun langkah kolaboratif selama program pengabdian masyarakat dilaksanakan.
Program Ekspedisi Patriot ITS 2026 diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan daerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat, membuka ruang penerapan inovasi, serta mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki Manokwari Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Marzel Doni memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Manokwari Selatan berada dalam keadaan aman, stabil, dan kondusif.
Kepolisian, kata dia, siap mendukung seluruh rangkaian program melalui pengamanan yang melibatkan personel di berbagai tingkatan. Jajaran Bhabinkamtibmas juga akan mengambil peran dalam mendukung kelancaran kegiatan, khususnya ketika peserta menjalankan aktivitas di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh peserta untuk senantiasa berkoordinasi dan melapor kepada unsur TNI maupun Polri apabila menghadapi kendala terkait keamanan selama melaksanakan tugas di lapangan,” ujar AKBP Marzel Doni.
Selain aspek keamanan, Kapolres juga meminta para peserta memperhatikan kondisi kesehatan selama menjalankan kegiatan. Faktor cuaca menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian karena pelaksanaan program berlangsung pada periode musim kemarau.
Peserta Ekspedisi Patriot ITS diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Kesiapsiagaan dinilai penting agar aktivitas pengabdian masyarakat dapat berlangsung secara aman sekaligus memberikan manfaat optimal bagi warga.
Keterlibatan berbagai unsur dalam FGD tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan pendekatan kolaboratif. Perguruan tinggi dapat memberikan perspektif akademik dan inovasi, sementara pemerintah daerah bersama TNI-Polri serta masyarakat memiliki peran strategis dalam memastikan program dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
Dengan koordinasi yang terjaga, keberadaan Tim Ekspedisi Patriot diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Manokwari Selatan.
Agenda kemudian ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cenderamata. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar, sekaligus memperlihatkan komitmen bersama berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Kabupaten Manokwari Selatan.



