IPDN Didorong Cetak ASN Kompeten Menuju 2045

Must read

Jatinangor, Beritakasuari.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya konsistensi Institut Pemerintahan Dalam Negeri dalam mencetak kader aparatur sipil negara yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan keberhasilan program prioritas nasional dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-70 IPDN yang berlangsung di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Kabupaten Sumedang. Momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang institusi dalam menyiapkan kader pemerintahan yang siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Wiyagus, lulusan IPDN memiliki peran strategis sebagai motor penggerak birokrasi yang akan memastikan kehadiran negara dirasakan secara merata oleh masyarakat. “Guna memastikan kehadiran negara dan keberhasilan pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks, terutama dengan percepatan transformasi digital. Oleh karena itu, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar bagi para praja. Kemampuan ini dinilai penting agar lulusan IPDN mampu bersaing dalam lanskap global yang semakin kompetitif.

“Hanya dengan cara demikian, alumni IPDN akan memiliki kekuatan daya saing yang dapat diandalkan dalam memasuki era kompetisi global yang ketat dan penuh tantangan,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia mendorong agar peringatan dies natalis tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum strategis untuk melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh. Pembaruan kurikulum, integrasi sistem pengajaran, pelatihan, serta pengasuhan dinilai perlu terus disempurnakan agar selaras dengan kebutuhan zaman.

Selain fokus pada pengembangan akademik, IPDN juga dinilai memiliki kontribusi nyata dalam penanganan isu kemanusiaan. Keterlibatan praja dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera menjadi contoh konkret bagaimana institusi ini berperan aktif dalam situasi krisis.

“Hal ini membuktikan bahwa IPDN adalah lembaga yang responsif dan tangguh dalam menghadapi krisis nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan tersebut turut menghadirkan orasi ilmiah dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Joko Pramono. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor IPDN Halilul Khairi beserta jajaran akademisi dan civitas academica, menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan kepamongprajaan di Indonesia.

More articles

Latest article