Prof Hammar Menguat di Bursa Ketum KONI Papua Barat

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com -Dinamika pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia untuk periode lima tahun mendatang mulai menunjukkan eskalasi yang signifikan. Salah satu nama yang kini menjadi sorotan adalah Roberth KR Hammar, sosok akademisi sekaligus praktisi olahraga yang mendapatkan dukungan luas dari berbagai cabang olahraga dan komunitas atlet di daerah tersebut.

Dalam pernyataannya di Manokwari pada Minggu, 29 Maret 2026, ia menegaskan bahwa pengalaman memimpin organisasi bukanlah hal baru baginya. “Bagi saya, memimpin organisasi, termasuk menakhodai KONI Papua Barat, bukan hal yang baru. Saya telah melalui berbagai pengalaman kepemimpinan di banyak sektor dan level,” ujarnya.

Munculnya nama Hammar dalam bursa calon ketua umum dinilai sebagai momentum positif bagi upaya pembenahan tata kelola organisasi olahraga di Papua Barat. Rekam jejaknya dinilai solid, mulai dari perannya sebagai Ketua KONI Kabupaten Manokwari hingga keterlibatannya sebagai Ketua Komisi Kehormatan KONI Papua Barat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencalonannya bukan didorong ambisi pribadi. “Kalau ditanya apakah saya secara pribadi berkeinginan maju, jawabannya tidak. Tetapi jika insan olahraga menghendaki dan memberikan kepercayaan, maka saya siap sangat siap,” ungkapnya, merespons dukungan yang terus mengalir.

Dukungan tersebut tidak lepas dari capaian yang pernah diraihnya di bidang olahraga. Saat memimpin organisasi panahan tingkat daerah, ia berhasil mengantarkan kontingen Papua Barat meraih dua medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional. Selain itu, keterlibatannya dalam pembinaan olahraga mahasiswa memperkuat posisinya sebagai figur yang dekat dengan pengembangan atlet sejak usia dini.

Dalam visinya, ia menekankan pentingnya reformasi tata kelola organisasi olahraga yang berbasis transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, kepercayaan kepada pengurus cabang olahraga harus diimbangi dengan sistem pengawasan teknis dan keuangan yang ketat. “KONI harus memberikan kepercayaan penuh kepada Pengda cabang olahraga, tetapi disertai dengan instrumen pengawasan teknis dan keuangan yang ketat. Dengan demikian, pembinaan atlet menjadi terukur, berkelanjutan, dan menghasilkan prestasi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya perubahan pendekatan dalam pembinaan atlet, dengan menghindari praktik instan yang mengandalkan perekrutan dari luar daerah. Fokus utama, menurutnya, harus diarahkan pada pengembangan potensi atlet asli Papua Barat secara berkelanjutan.

“Sinergitas adalah keniscayaan. Semua pihak harus bergerak bersama dalam satu visi besar: membangun olahraga Papua Barat yang berprestasi dan bermartabat,” tegasnya.

Konsep sinergi yang dimaksud mencakup kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, serta lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan profesional. Ia meyakini bahwa prestasi olahraga tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan melalui kerja sama yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.

Gelombang dukungan yang terus berkembang diperkirakan akan memengaruhi arah kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat. Sosok Hammar kini dipandang sebagai figur pemersatu yang mampu menjembatani berbagai kepentingan demi mendorong kemajuan olahraga di Bumi Kasuari.

More articles

Latest article