Manokwari, Beritakasuari.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi nyata kepada para pemenang Liga 4 Zona Papua Barat Piala Gubernur musim 2025–2026 melalui pemberian bonus yang diumumkan saat penutupan kompetisi di Lapangan Sanggeng, Senin, 20 April 2026. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola daerah.
Persipegaf yang berhasil keluar sebagai juara pertama menerima bonus sebesar Rp35 juta setelah menampilkan performa impresif sepanjang turnamen dan memastikan kemenangan 2-0 atas Ransiki FC di partai final. Posisi kedua ditempati Ransiki FC dengan hadiah Rp25 juta, sementara Kamasan Wirsi yang finis di peringkat ketiga memperoleh Rp15 juta.
Dalam sambutannya, gubernur menilai kompetisi ini berlangsung dengan lancar serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ia juga menekankan bahwa Liga 4 menjadi wadah strategis dalam menjaring serta mengembangkan talenta muda berbakat di Papua Barat.
“Kompetisi ini berjalan sukses dan menjadi ajang melahirkan atlet-atlet sepak bola terbaik di Papua Barat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk panitia, aparat keamanan, serta antusiasme masyarakat dan suporter. Namun, ia juga mengakui adanya sejumlah dinamika selama pertandingan yang akan dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas kompetisi di masa mendatang.
“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama kompetisi berlangsung,” katanya.
Selain penghargaan untuk tim, pemerintah juga memberikan apresiasi individu kepada pemain berprestasi dengan masing-masing hadiah sebesar Rp2 juta. Mathen Ayomi dari Ransiki FC dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara Max Yesaya Kambu dari Persipegaf meraih gelar pencetak gol terbanyak. Adapun penghargaan penjaga gawang terbaik diberikan kepada Indra Marupei, yang juga berasal dari Persipegaf.
Gubernur berharap ajang ini mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat regional, tetapi juga mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Ia juga mengajak pemerintah kabupaten di Papua Barat untuk ikut berperan aktif dalam mendukung pembinaan atlet, termasuk melalui pemberian bonus tambahan bagi tim dari daerah masing-masing.
Penutupan Liga 4 ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus membangun fondasi pembinaan atlet yang lebih terarah dan kompetitif di masa depan.



