Manokwari, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an melalui kepengurusan baru Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Manokwari periode 2026–2030. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani sekaligus mengembalikan prestasi daerah pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di tingkat provinsi maupun nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, saat menghadiri rapat pembentukan Pengurus LPTQ Kabupaten Manokwari Masa Bhakti 2026–2030 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Mugiyono mengingatkan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk membangun sistem pembinaan Al-Qur’an yang berkesinambungan. Menurutnya, program pembinaan tidak hanya bertujuan mencetak qari dan qariah berprestasi, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.
“Pengurus baru hendaknya fokus menjalankan program pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia,” kata Mugiyono.
Ia berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah dengan penuh dedikasi serta memperkuat tata kelola organisasi agar semakin profesional. Pemerintah Kabupaten Manokwari, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program LPTQ yang selaras dengan pembangunan karakter masyarakat melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, Mugiyono mendorong LPTQ mempererat kerja sama dengan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, serta berbagai organisasi keagamaan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar proses pembinaan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain itu, ia meminta perhatian khusus diberikan kepada pembinaan qari dan qariah pada cabang-cabang unggulan, seperti tilawah, tahfiz Al-Qur’an, kaligrafi, fahmil Quran, dan syarhil Quran. Menurutnya, pengembangan potensi di bidang tersebut menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing Kabupaten Manokwari pada ajang MTQ.
“Pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi berbagai kendala, baik dalam aspek pembinaan, pendanaan, maupun penyediaan sarana dan prasarana,” tambahnya.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Swardana, mengatakan pembentukan kepengurusan baru menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan Tilawatil Quran di daerah. Ia menjelaskan bahwa LPTQ dibentuk berdasarkan rekomendasi Kementerian Agama, sementara susunan pengurus ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati sehingga keberlanjutan organisasi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Pada kesempatan tersebut, Swardana juga memberikan apresiasi atas capaian kontingen Kabupaten Manokwari pada MTQ tingkat Provinsi Papua Barat yang digelar di Kabupaten Kaimana. Dalam ajang tersebut, Manokwari berhasil meraih peringkat ketiga umum dengan torehan tiga medali emas, tujuh medali perak, dan tujuh medali perunggu.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Manokwari periode 2023–2026, Rustam Efendi, mengungkapkan bahwa proses pembinaan selama ini masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran yang bersumber dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Manokwari. Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang memungkinkan kontingen tetap tampil maksimal dan meraih hasil membanggakan.
“Kami berharap pembinaan dilakukan sepanjang tahun, sehingga kualitas qari dan qariah Kabupaten Manokwari terus meningkat dan mampu mengembalikan prestasi daerah seperti yang pernah diraih pada MTQ tahun 2006 lalu,” ujar Rustam.
Melalui kepengurusan baru LPTQ, Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap pembinaan Al-Qur’an dapat dilakukan secara lebih terstruktur, berkesinambungan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi di arena MTQ, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.



