Filep Wamafma Bantu 215 Seragam Siswa YPK Mansel

Must read

Mansel, Beritakasuari.com – Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Papua Barat dengan menyerahkan bantuan seragam batik kepada siswa dan guru SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) 12 Ora Et Labora di Kampung Waroser, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Senin (18/5/2026).

Kedatangan senator asal Papua Barat tersebut disambut penuh antusias oleh pihak sekolah, tenaga pengajar, hingga para siswa yang sejak pagi telah menunggu agenda penyerahan bantuan berlangsung. Bantuan itu diberikan sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang diterima Filep saat menghadiri peringatan HUT YPK pada Maret 2026 lalu.

Dalam pertemuan sebelumnya, pihak sekolah menyampaikan bahwa ratusan siswa di SD YPK 12 Ora Et Labora masih terbatas menggunakan satu jenis seragam sekolah. Kondisi tersebut mendorong Filep untuk memberikan dukungan nyata berupa seragam batik bagi seluruh siswa dan guru.

“Saya merasa memiliki tanggung jawab moral sebagai alumni YPK untuk ikut membantu kebutuhan pendidikan adik-adik di Papua,” ujar Filep.

Sebanyak 215 pasang seragam batik disalurkan dalam bantuan tersebut. Filep berharap seragam baru itu dapat memberikan semangat baru bagi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Selain menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah, Filep juga menyoroti kondisi pendidikan di Papua yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam implementasi kebijakan afirmasi bagi anak-anak asli Papua.

Ia menilai pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) belum sepenuhnya menghadirkan perubahan signifikan pada kualitas pendidikan di wilayah Papua. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pendidikan berbasis kebutuhan riil masyarakat dan didukung data yang akurat.

“Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Data yang valid akan membantu pemerintah memastikan anggaran benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Filep juga mengingatkan pentingnya optimalisasi penggunaan dana Otsus, khususnya untuk sektor pendidikan. Ia menilai tantangan utama bukan hanya soal keterbatasan anggaran, tetapi juga efektivitas pemanfaatan anggaran yang sudah tersedia.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkapkan bahwa bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) juga telah disalurkan kepada sekitar seribu siswa di Kabupaten Manokwari Selatan selama dua tahun terakhir.

Kepala SD YPK 12 Ora Et Labora, Magdalena Selfiana Betay, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada sekolah mereka. Menurutnya, bantuan seragam tersebut sangat membantu siswa sekaligus menjadi motivasi tambahan agar anak-anak semakin bersemangat menempuh pendidikan.

Dukungan terhadap pendidikan di daerah terpencil Papua dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan pemerataan kualitas pendidikan. Kehadiran bantuan seperti ini juga diharapkan mampu mendorong kolaborasi lebih luas antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun masa depan generasi muda Papua yang lebih baik.

More articles

Latest article