Kaimana, Beritakasuari.com – Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kaimana, Papua Barat, resmi dihentikan setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dipastikan identitasnya oleh pihak keluarga. Penutupan operasi dilakukan pada Rabu (29/7/2026) setelah seluruh proses identifikasi selesai dilaksanakan.
Korban diketahui bernama Suhardin (43), yang ditemukan di kawasan Pantai Bantemin sekitar pukul 09.00 WIT. Penemuan tersebut mengakhiri upaya pencarian selama tiga hari yang dilakukan secara intensif oleh Tim SAR gabungan.
Sejak laporan kehilangan diterima, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepolisian, TNI Angkatan Laut, serta masyarakat yang turut membantu menyisir wilayah perairan dan pesisir Kaimana.
Kepastian identitas korban diperoleh setelah keluarga mendatangi RSUD Kaimana untuk melihat secara langsung jenazah yang ditemukan. Salah satu ciri yang memperkuat proses identifikasi adalah jam tangan yang masih melekat di tangan korban.
Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari, mengatakan hasil identifikasi keluarga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di Pantai Bantemin merupakan Suhardin, nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.
“Dengan terkonfirmasinya identitas korban tersebut, Tim SAR gabungan secara resmi menutup operasi pencarian dan penyelamatan. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian selanjutnya kembali ke kesatuan masing-masing,” ujar Silas Wopari.
Keterangan serupa disampaikan pihak keluarga. Syawaluddin, paman korban, menjelaskan bahwa jam tangan yang dikenakan korban menjadi salah satu petunjuk utama dalam proses identifikasi karena memiliki ciri khas yang sangat dikenali keluarga.
Menurutnya, jam tersebut dibeli bersama korban ketika berada di atas kapal sehingga keluarga tidak lagi meragukan identitas jenazah yang ditemukan oleh tim pencarian.
Setelah identitas dipastikan, proses penanganan jenazah segera dilakukan. Mengingat kondisi jenazah telah mengalami perubahan akibat cukup lama berada di laut, pihak keluarga memutuskan agar jenazah langsung dikafani sebelum dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Di sisi lain, Ketua Pilar Bone yang berada di bawah naungan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Abbas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi Tim SAR gabungan, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat yang terus berupaya mencari korban sejak hari pertama dilaporkan hilang.
“Meski operasi pencarian berakhir dengan kabar duka, keluarga mengaku bersyukur karena korban akhirnya dapat ditemukan untuk dimakamkan secara layak,” ungkap Abbas.
Dengan berakhirnya operasi ini, seluruh personel yang terlibat kembali ke satuan masing-masing. Penemuan Suhardin memberikan kepastian bagi keluarga sekaligus mengakhiri proses pencarian yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur demi membantu korban dan memberikan penghormatan terakhir melalui proses pemakaman yang layak.



