Waisai, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat budaya literasi keuangan di kalangan pelajar dengan mengimplementasikan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya serta sejumlah lembaga perbankan sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Tahap awal pelaksanaan difokuskan di Kecamatan Kota Waisai yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project). Melalui program ini, pemerintah daerah berharap pelajar mulai mengenal pengelolaan keuangan sejak dini sekaligus membangun kebiasaan menabung sebagai bekal masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat, Herman Soor, mengatakan implementasi Program KEJAR merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kecakapan finansial serta mampu menghadapi perkembangan ekonomi di masa mendatang.
Untuk memperkuat kedekatan dengan budaya lokal, Program KEJAR di Raja Ampat mengusung nama Gerakan NOKEN, singkatan dari No kOnsumtif giatKan gEmar meNabung, dengan slogan KAPOWEN (Kami Siap Wujudkan Kebangkitan Ekonomi).
Konsep tersebut digagas oleh Manager Madya OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Stella Sitanala, sebagai pendekatan yang mengintegrasikan nilai budaya Papua ke dalam edukasi keuangan bagi generasi muda.
Stella menjelaskan bahwa penggunaan nama NOKEN bukan sekadar identitas program, melainkan simbol filosofi masyarakat Papua yang sarat makna kebersamaan, tanggung jawab, kemandirian, dan keberlanjutan.
“Noken tidak sekadar digunakan sebagai alat membawa hasil kebun atau kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna filosofis sebagai simbol harapan dan persiapan masa depan,” ujar Stella.
Sebelum diterapkan kepada para pelajar, pemerintah terlebih dahulu menggelar penguatan kapasitas bagi kepala sekolah di Kecamatan Kota Waisai sebagai ujung tombak pelaksanaan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh keberhasilan implementasi Program KEJAR melalui kolaborasi bersama OJK, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Selain mendorong kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar, program yang juga dikenal sebagai Generasi NOKEN ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, memahami layanan keuangan digital, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Pelaksanaan Program KEJAR di Raja Ampat juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045. Program ini sekaligus mengimplementasikan kebijakan pemerintah mengenai percepatan akses keuangan di lingkungan pendidikan melalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan.
Dengan pendekatan berbasis budaya tersebut, Gerakan NOKEN diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah pelajar yang memiliki rekening tabungan, tetapi juga menanamkan kebiasaan menabung, kemampuan menyusun perencanaan keuangan, serta membangun kemandirian ekonomi sejak usia sekolah bagi generasi muda Raja Ampat.



