Menag Ajak BKMT Papua Barat Jaga Soliditas Organisasi

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh jajaran Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat untuk terus menjaga kekompakan organisasi serta menghormati setiap kebijakan yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat BKMT. Pesan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026).

Dalam pertemuan bersama Pengurus Wilayah BKMT Papua Barat, Nasaruddin menekankan bahwa persatuan merupakan fondasi utama agar organisasi tetap mampu menjalankan perannya sebagai wadah pembinaan umat dan penguatan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Selain menjaga soliditas, ia juga mengingatkan seluruh pengurus dan anggota BKMT agar senantiasa mempertahankan marwah organisasi yang telah dirintis oleh para pendiri. Menurutnya, menjaga nama baik organisasi merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para tokoh yang telah membangun BKMT hingga berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah BKMT Papua Barat, Novi Utami Manaray, serta Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Brigjen Pol Sulastiana.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama terus memberikan perhatian terhadap keberadaan majelis taklim sebagai salah satu bagian penting dalam sistem pendidikan keagamaan nasional. Ia menjelaskan bahwa keberadaan majelis taklim memiliki dasar hukum yang jelas dan mendapat pengakuan dalam regulasi nasional.

“Salah satu bentuk dukungan lainnya adalah terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan bahwa eksistensi majelis taklim telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 mengenai Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Kehadiran Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 semakin mempertegas posisi majelis taklim sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pembinaan keagamaan masyarakat.

Menurut Nasaruddin, dukungan regulasi tersebut menjadi landasan penting bagi BKMT untuk terus memperluas kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, moderat, dan memiliki pemahaman agama yang baik. Oleh karena itu, ia berharap seluruh jajaran BKMT di Papua Barat dapat terus memperkuat koordinasi, menjaga kebersamaan, serta menjalankan program-program organisasi secara selaras dengan kebijakan nasional.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi keagamaan, BKMT diharapkan mampu terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan, membangun persatuan umat, dan meningkatkan kualitas pembinaan masyarakat di Papua Barat maupun di tingkat nasional.

More articles

Latest article