Manokwari, Beritakasuari.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Seorang warga Manokwari, Papua Barat, Ham Dowansiba, mengaku memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya saat menjalani pengobatan infeksi kulit berkat kepesertaannya sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Seluruh iuran kepesertaan Ham ditanggung pemerintah sehingga ia dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan medis tanpa harus memikirkan biaya perawatan di rumah sakit.
“Selama pakai BPJS Kesehatan di rumah sakit ini, saya tidak mengalami kesulitan. Dokter dan perawatnya juga sangat membantu, sigap dalam menangani kondisi saya, sehingga saya bisa mendapatkan perawatan dengan cepat dan baik sampai sekarang,” ujar Ham usai menjalani perawatan di Manokwari, Minggu (28/6/2026).
Ham menceritakan bahwa gangguan kesehatan yang dialaminya bermula dari rasa nyeri ringan pada bagian kulit. Namun, dalam waktu sekitar dua hari, kondisinya memburuk. Area yang mengalami infeksi berubah menjadi kemerahan, terasa hangat, dan nyeri yang muncul semakin hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Melihat perkembangan kondisi tersebut, pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan memberikan terapi antibiotik serta melakukan pemantauan intensif guna mencegah infeksi berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Di tengah proses perawatan, keluarga sempat merasa khawatir terhadap biaya pengobatan yang harus ditanggung. Namun setelah dilakukan verifikasi kepesertaan, Ham dipastikan masih berstatus peserta aktif JKN pada segmen PBI. Dengan status tersebut, seluruh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, mulai dari pemeriksaan dokter, tindakan medis hingga rawat inap, ditanggung sesuai ketentuan program JKN tanpa biaya tambahan.
“Tanpa program ini, mungkin saya akan berpikir berkali-kali untuk berobat sampai ke dokter spesialis karena khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan,” katanya.
Setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif, kondisi kesehatan Ham kini berangsur membaik. Ia menilai kehadiran Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat, tetapi juga memastikan setiap peserta memperoleh akses layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus terbebani persoalan biaya.
Ham berharap Program JKN dapat terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan kualitas pelayanannya. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut, semakin besar pula rasa aman ketika menghadapi kondisi kesehatan yang datang tanpa diduga.
Pengalaman yang dialami Ham menjadi salah satu contoh bagaimana Program JKN berperan dalam memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat, khususnya peserta Penerima Bantuan Iuran yang memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah.



