Jakarta, Beritakasuari.com –Â Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga bahan bakar minyak bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global yang cenderung fluktuatif.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja di Gedung Parlemen saat menanggapi pertanyaan dari Mukhamad Misbakhun. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini telah melalui perhitungan matang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.
Menurutnya, berbagai skenario fiskal telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak mentah dunia. Meskipun harga minyak global saat ini berada di atas asumsi dasar dalam APBN 2026, pemerintah tetap optimistis mampu menjaga stabilitas melalui pengelolaan anggaran yang disiplin.
Dalam perhitungannya, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak rata-rata sekitar 100 dolar AS per barel. Dengan pendekatan tersebut, kondisi fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Bahkan jika terjadi lonjakan harga yang lebih tinggi pada periode tertentu, negara disebut masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian melalui berbagai instrumen yang tersedia.
Ketahanan fiskal Indonesia juga diperkuat oleh keberadaan cadangan anggaran yang signifikan. Saldo Anggaran Lebih yang mencapai ratusan triliun rupiah menjadi salah satu bantalan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi risiko kenaikan harga energi global.
Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi. Dengan harga energi yang terkendali, aktivitas ekonomi di berbagai sektor dapat terus berjalan tanpa tekanan biaya yang berlebihan, sehingga stabilitas nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.



