SAR Perluas Pencarian Korban Hanyut di Air Terjun Memti

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Tim SAR Gabungan kembali mengintensifkan pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan hanyut di Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Memasuki hari kedua operasi, berbagai metode pencarian diterapkan untuk menemukan korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Korban diketahui bernama Yanto Idorway. Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, insiden terjadi pada Sabtu ketika korban bersama dua rekannya hendak menyeberangi aliran sungai menuju kawasan wisata Air Terjun Memti. Saat melintasi sungai, korban diduga terpeleset lalu terseret arus yang cukup deras.

Dua rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari agar dilakukan operasi SAR.

Operasi pencarian hari kedua dimulai pada Minggu dengan melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegunungan Arfak, dan Kodim Pegaf. Tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan rescue serta sembilan kendaraan operasional milik unsur SAR gabungan.

Setelah mencapai titik akhir akses kendaraan, seluruh personel harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer melewati medan pegunungan yang curam, licin, dan cukup menantang sebelum tiba di lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan awal menggunakan drone thermal untuk mengamati aliran sungai dari udara. Selanjutnya, pencarian dilakukan melalui penyisiran di sepanjang bantaran sungai mengikuti arah arus dari titik terakhir korban dilaporkan terjatuh.

Guna meningkatkan keselamatan personel selama proses pencarian, tim memasang safety line di sejumlah titik rawan sehingga pemeriksaan area sekitar sungai dapat dilakukan secara lebih aman dan maksimal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., mengatakan seluruh kemampuan dan peralatan telah dioptimalkan selama operasi berlangsung. Namun hingga operasi hari kedua ditutup pada pukul 18.42 WIT, korban masih belum berhasil ditemukan.

“Tim SAR Gabungan telah mengoptimalkan upaya pencarian melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal serta penyisiran sepanjang aliran sungai. Namun hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR akan kami lanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Yefri Sabaruddin.

Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah hambatan, di antaranya medan pegunungan yang berat, akses menuju lokasi yang cukup jauh, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, serta suhu udara dingin yang menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.

Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin, 20 Juli 2026, mulai pukul 07.00 WIT. Seluruh unsur SAR gabungan, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, Kodim Pegaf, keluarga korban, dan unsur pendukung lainnya akan memperluas area penyisiran dengan harapan Yanto Idorway dapat segera ditemukan.

More articles

Latest article