Lamek Dowansiba Desak Pemda Perkuat Antisipasi Karhutla

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian Anggota DPD RI asal Papua Barat, Lamek Dowansiba. Ia meminta pemerintah daerah segera memperkuat langkah pencegahan dan penanganan agar kebakaran tidak meluas serta menimbulkan dampak yang lebih besar.

Lamek menilai persoalan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap. Kondisi tersebut menjadi semakin penting diperhatikan karena sebagian wilayah Papua Barat memiliki kawasan yang berstatus konservasi.

“Kebakaran hutan yang menyebabkan asap ini sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga lingkungan. Apalagi kawasan Papua Barat ini adalah kawasan konservasi,” ujar Lamek melalui sambungan telepon, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla sekaligus cara mencegah terjadinya pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

Lamek mengatakan sosialisasi perlu ditingkatkan, terutama kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Pemahaman mengenai risiko pembakaran lahan menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca kering dapat membuat api lebih mudah menyebar.

Selain mengedepankan aspek pencegahan, ia meminta pemerintah memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman. Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai menjadi bagian penting dari respons cepat ketika kebakaran terjadi di lapangan.

“Kita juga mengalami kendala fasilitas untuk memadamkan api. Ini yang perlu menjadi perhatian karena kondisi ini dapat terjadi lagi,” tegasnya.

Lamek menilai keterbatasan peralatan pemadaman perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah. Menurutnya, ancaman Karhutla dapat kembali muncul sehingga kesiapan personel maupun perlengkapan harus dibangun sejak dini, bukan setelah kebakaran meluas.

Di sisi lain, dampak asap juga perlu diantisipasi melalui kesiapan sektor kesehatan. Pemerintah daerah diminta memastikan masyarakat yang berada di wilayah terdampak memperoleh akses pelayanan kesehatan, terutama apabila kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran.

“Akibat asap ini pasti berdampak pada kesehatan masyarakat. Ini yang juga harus menjadi perhatian,” tutupnya.

Lamek berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Upaya pencegahan yang konsisten, dukungan fasilitas pemadaman, serta perlindungan terhadap masyarakat dinilai menjadi tiga aspek penting untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat.

More articles

Latest article