Manokwari, Beritakasuari.com– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Manokwari terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui pelaksanaan simulasi tanggap darurat kebakaran di Terminal Penumpang Pelabuhan Manokwari, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut digelar bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Manokwari sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi potensi keadaan darurat di kawasan pelabuhan.
Simulasi melibatkan tenaga pengamanan serta seluruh pekerja Pelindo Group Regional 4 Manokwari. Latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan personel dalam menjalankan prosedur penanganan kebakaran, memperjelas pembagian tugas, serta memperkuat koordinasi antarunit agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Simulasi ini penting untuk menguji kesiapan personel, efektivitas koordinasi, dan kedisiplinan dalam menjalankan prosedur keadaan darurat. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi HSSE atau tenaga pengamanan, tetapi merupakan budaya kerja yang harus dijalankan oleh seluruh insan Pelindo.”
General Manager Pelindo Regional 4 Manokwari, Nasib Sihombing, menjelaskan bahwa keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran memberikan nilai tambah melalui dukungan teknis sekaligus memperkuat pola komunikasi antara Pelindo dan instansi penanganan bencana.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting agar setiap pekerja memahami alur tindakan sejak keadaan darurat terdeteksi hingga proses penanganan berlangsung secara terkoordinasi.
“Melalui latihan ini, kami ingin setiap pekerja memiliki kesadaran situasional, memahami jalur komunikasi, dan mampu merespons secara cepat, tepat, serta terkoordinasi. Hasil simulasi akan menjadi bahan evaluasi untuk terus menyempurnakan kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur tanggap darurat di Pelabuhan Manokwari,” ujar Nasib Sihombing.
Pelindo Regional 4 Manokwari menilai pelaksanaan simulasi secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kompetensi sumber daya manusia sekaligus memastikan seluruh prosedur keselamatan dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh setiap pekerja.
Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan sistem tanggap darurat, baik dari sisi fasilitas, peralatan, maupun peningkatan kemampuan personel. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di Pelabuhan Manokwari.
Melalui penguatan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan, Pelindo Regional 4 Manokwari berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang profesional, tangguh, dan berorientasi pada perlindungan pekerja, pengguna jasa, serta aset vital pelabuhan.



