Panitia Pesparawi XIV Beri Apresiasi untuk Kontingen Absen

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Penutupan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Papua Barat tidak hanya diwarnai sukacita atas suksesnya penyelenggaraan perlombaan, tetapi juga menjadi momen penuh empati bagi sejumlah kontingen yang tidak dapat mengikuti ajang tersebut karena hambatan transportasi.

Dalam laporan resminya pada seremoni penutupan, Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV Papua Barat, Jacob Fonataba, menyampaikan penghargaan khusus kepada tiga provinsi yang telah melakukan berbagai persiapan, namun akhirnya batal hadir akibat kendala teknis dan akses menuju Manokwari.

Menurut Jacob, di tengah semaraknya kompetisi paduan suara gerejawi, panitia tidak ingin mengabaikan perjuangan para peserta yang telah mempersiapkan diri dalam waktu yang panjang.

“Di tengah-tengah kebahagiaan dan kemeriahan lomba berbagai kategori seni suara ini, kami ingin mengungkapkan rasa solidaritas yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang berhalangan hadir karena kendala luar biasa,” ujar Jacob Fonataba.

Tiga kontingen yang dimaksud berasal dari Provinsi Kepulauan Riau pada kategori Paduan Suara, Provinsi Jawa Tengah untuk kategori Paduan Suara Remaja Pemuda, serta Provinsi Papua Tengah pada kategori Paduan Suara Anak dalam Musik Gereja Nusantara (MGN).

Kontingen Kepulauan Riau diketahui sempat tertahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sembari menunggu kepastian jadwal penerbangan menuju Papua Barat. Sementara itu, kontingen Jawa Tengah yang telah menjalani latihan intensif selama lebih dari dua tahun juga gagal berangkat karena keterbatasan akses transportasi. Situasi serupa dialami kontingen Papua Tengah yang akhirnya tidak dapat mengikuti perlombaan akibat kendala teknis.

Jacob menilai kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa luas wilayah Indonesia serta keterbatasan infrastruktur transportasi di sejumlah daerah masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.

“Kondisi ini menjadi catatan bahwa luas geografis negara kita yang sangat besar dan status infrastruktur transportasi memang masih menjadi tantangan yang harus terus dibenahi bersama,” jelasnya.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para peserta, panitia memastikan akan mengupayakan pemberian apresiasi kepada seluruh kontingen yang batal hadir. Koordinasi akan dilakukan bersama Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) tingkat nasional agar penghargaan tersebut dapat diberikan secara resmi.

“Panitia sangat peduli dengan kelompok-kelompok yang tidak bisa datang ini. Kami sudah berkomitmen untuk berkoordinasi langsung dengan pengurus pusat agar tetap memberikan apresiasi dan penghargaan resmi atas dedikasi serta persiapan matang yang telah mereka lakukan di daerah masing-masing,” tegas Jacob.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa semangat Pesparawi Nasional XIV tidak hanya diukur dari hasil perlombaan, tetapi juga melalui nilai persaudaraan, solidaritas, dan penghormatan terhadap seluruh peserta yang telah berjuang mempersiapkan diri untuk mengharumkan nama daerahnya. Panitia berharap pengalaman ini menjadi bahan evaluasi bersama agar penyelenggaraan Pesparawi pada masa mendatang didukung sistem transportasi yang lebih baik sehingga seluruh kontingen dari berbagai penjuru Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

More articles

Latest article