Manokwari, Beritakasuari.com – Ketua Komite III DPD RI yang juga Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Dr. Filep Wamafma, mengajak generasi muda memperkuat karakter, kreativitas, dan rasa tanggung jawab sebagai bekal menghadapi masa depan. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Perkemahan Gebyar Ceria Remaja se-Kota Manokwari di SMK Kehutanan Negeri Manokwari, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti pelajar dari tujuh SMA dan SMK di Kota Manokwari. Selain memberikan materi motivasi dan wawasan kebangsaan, Filep juga mengajak para peserta berdiskusi melalui sesi tanya jawab interaktif. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan memperoleh apresiasi berupa hadiah sebagai bentuk penghargaan atas semangat belajar mereka.
Dalam pemaparannya, Filep menekankan pentingnya memegang amanah dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Menurutnya, setiap tugas yang dipercayakan harus dijalankan secara maksimal sebagai bentuk komitmen terhadap diri sendiri maupun masyarakat.
“Kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang didelegasikan kepada kita dengan penuh konsekuensi dan tanggung jawab,” ujar Filep.
Ia juga membagikan pengalamannya menjalankan dua peran sekaligus sebagai akademisi dan anggota legislatif. Menurutnya, dunia pendidikan dan politik tidak bertentangan, melainkan dapat saling melengkapi dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Usai kegiatan, Filep menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan karakter di Papua Barat yang dinilai belum mendapat perhatian optimal. Ia menilai sekolah seharusnya menjadi ruang yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk kreativitas, kepemimpinan, disiplin, dan kemampuan sosial peserta didik melalui berbagai kegiatan di luar kelas.
Menurutnya, kegiatan seperti perkemahan merupakan contoh nyata pembentukan karakter yang perlu mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah potret bagaimana ada semangat memfasilitasi pembentukan karakter. Tinggal didukung oleh pemerintah daerah,” katanya.
Filep menilai perhatian pemerintah selama ini lebih banyak diarahkan pada program pendidikan gratis dan pembangunan fasilitas pendidikan. Padahal, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing.
Sebagai Ketua Komite III DPD RI yang membidangi pendidikan, ia berkomitmen membawa aspirasi tersebut ke tingkat nasional. Salah satu langkah yang akan diupayakan adalah mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar program penguatan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat masuk dalam kalender pendidikan nasional maupun daerah.
Selain itu, Filep mengingatkan bahwa pembentukan karakter dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan politik, kondisi ekonomi, hingga aspek sosial dan budaya. Karena itu, pembangunan karakter harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 hanya dapat dicapai apabila pembinaan karakter dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan semangat nasionalisme.
“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, kita harus membenahi anak-anak sejak dini, minimal mereka memiliki jiwa semangat nasionalisme dan kebangsaan,” tegasnya.
Filep optimistis Papua Barat memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi unggul. Ia berharap daerah tidak hanya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai inovasi pendidikan yang memperkuat karakter, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda sebagai investasi bagi masa depan bangsa.



