Damkar Mansel Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Must read

Mansel, Beritakasuari.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Imbauan tersebut disampaikan setelah petugas menangani kebakaran di sembilan titik dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Kondisi cuaca yang relatif kering membuat potensi api menyebar semakin cepat. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika hendak membuka atau membersihkan area perkebunan.

Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Manokwari Selatan Yosep Inden mengatakan, sejumlah kejadian kebakaran telah ditangani petugas dalam beberapa pekan terakhir. Titik kebakaran tersebar di sejumlah kawasan yang berada di wilayah Manokwari Selatan.

“Mempertimbangkan kondisi El Nino, kami sudah menyurati kepala-kepala distrik agar mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Kalau ke kebun dan melakukan pembakaran, api harus langsung dimatikan. Karena musim kemarau, api tidak boleh dibiarkan,” ujar Yosep saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).

Sembilan lokasi yang sempat ditangani tim pemadam antara lain berada di Kampung Kemiri, Momiwaren, Sabri, Abreso, kawasan menuju Cokelat-Cokelat, Kampung Tinyor, hingga wilayah Oransbari.

Sebaran lokasi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran dapat berkembang dengan cepat apabila terjadi di tengah kondisi lahan yang kering. Api yang semula berasal dari aktivitas pembakaran terbatas berpotensi menjalar ke area lain jika tidak diawasi dan dipastikan benar-benar padam.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Satpol PP dan Damkar Mansel telah mengingatkan para kepala distrik agar meneruskan informasi pencegahan kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran warga mengenai risiko pembakaran lahan selama kondisi kering.

Yosep menegaskan, masyarakat yang melakukan aktivitas di kebun harus memastikan tidak meninggalkan sumber api. Apabila pembakaran benar-benar diperlukan, pengawasan harus dilakukan secara ketat hingga seluruh bara dan api dipastikan padam.

Selain melakukan pencegahan, jajaran Satpol PP dan Damkar Mansel tetap menyiagakan personel selama 24 jam. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan agar laporan kebakaran dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Namun, kemampuan penanganan kebakaran masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan jumlah personel yang memiliki kemampuan teknis penanganan kebakaran.

Karena itu, Yosep menilai peningkatan kapasitas petugas melalui pelatihan perlu terus dilakukan. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan personel dalam menghadapi berbagai karakteristik kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan.

Dari sisi sarana, Satpol PP dan Damkar Manokwari Selatan saat ini hanya memiliki satu unit kendaraan pemadam kebakaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat wilayah yang harus dijangkau cukup luas dan sejumlah kawasan memiliki tingkat kerawanan kebakaran.

Dalam menjalankan tugas pemadaman, pihaknya terbantu oleh dukungan armada pemadam milik Kodim 1808/Mansel. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan lintas instansi ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.

Yosep mengatakan penambahan armada menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Ketersediaan kendaraan pemadam tambahan dinilai penting untuk mempercepat mobilisasi petugas ketika terjadi kebakaran di lokasi yang berbeda.

Selain armada, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi bagian dari kebutuhan penguatan sistem penanggulangan kebakaran di Manokwari Selatan.

Pihak Satpol PP dan Damkar Mansel berharap dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, baik dalam bentuk sarana prasarana maupun pengembangan kapasitas petugas.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Kesadaran untuk tidak membakar lahan sembarangan dapat mengurangi potensi munculnya titik api baru dan membantu petugas mengendalikan risiko kebakaran sejak awal.

Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, dukungan antarlembaga, serta kesiapan petugas selama 24 jam, potensi kebakaran di Manokwari Selatan diharapkan dapat ditekan. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah api telanjur meluas.

Satpol PP dan Damkar Mansel kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api di lahan maupun kebun. Di tengah kondisi kering dan ancaman kebakaran, langkah sederhana memastikan api benar-benar padam dapat menjadi bagian penting dalam melindungi lingkungan dan mencegah kebakaran meluas.

More articles

Latest article