Bupati Kaimana Tutup Latsar 135 CPNS Tahun 2026

Must read

Kaimana, Beritakasuari.com – Bupati Kaimana Hasan Achmad resmi menutup rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 di Gedung Pertemuan Krooy, Jumat (21/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para peserta agar menjadikan integritas dan pelayanan publik sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Penutupan Latsar menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan CPNS. Namun, bagi Hasan, selesainya pelatihan bukan berarti proses belajar telah berakhir. Justru, momentum tersebut menjadi awal perjalanan pengabdian para peserta sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaimana.

Bupati menyampaikan penghargaan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat, khususnya para widyaiswara dan penguji yang telah memberikan pendampingan, arahan, serta evaluasi selama pelaksanaan pelatihan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kaimana, saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPSDM Provinsi Papua Barat, khususnya para widyaiswara dan penguji yang telah memberikan pendampingan, arahan, serta evaluasi kepada para peserta Latsar.”

Apresiasi juga diberikan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kaimana, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan dan menjalankan seluruh tahapan Latsar CPNS Tahun 2026.

Menurut Hasan, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak. Dukungan penyelenggara, tenaga pengajar, penguji, panitia, hingga peserta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari terlaksananya program pembentukan CPNS tersebut.

Di hadapan 135 peserta, Hasan menegaskan bahwa Latsar tidak boleh dipandang sekadar sebagai tahapan administratif untuk memenuhi persyaratan pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil. Lebih dari itu, pelatihan merupakan proses pembentukan karakter dan kompetensi calon aparatur agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

Para peserta diharapkan memiliki integritas, disiplin, rasa tanggung jawab, serta komitmen kuat terhadap kepentingan masyarakat. Orientasi pelayanan juga harus menjadi bagian dari budaya kerja ketika mereka mulai menjalankan tugas di masing-masing perangkat daerah.

Hasan mengingatkan bahwa status sebagai ASN membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Latsar harus diterapkan secara nyata dalam lingkungan kerja.

“Semoga seluruh peserta menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu membangun hubungan kerja yang harmonis, bertindak akuntabel, cepat beradaptasi terhadap perubahan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kaimana, keberadaan CPNS yang memiliki kompetensi dan karakter kuat diharapkan dapat memperkuat kualitas birokrasi sekaligus mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif.

Dengan berakhirnya Latsar, 135 peserta kini dihadapkan pada tahap pengabdian yang sesungguhnya. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi diterjemahkan menjadi sikap, perilaku, dan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kaimana.

Penutupan Latsar CPNS Tahun 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh status sebagai aparatur negara, melainkan menerima amanah untuk bekerja secara profesional, berintegritas, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

More articles

Latest article