Ransiki, Beritakasuari.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, memperkuat persiapan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah dengan melibatkan seluruh puskesmas dalam proses validasi data sasaran.
Langkah tersebut dilakukan melalui workshop persiapan pelaksanaan dan validasi data sasaran CKG yang berlangsung di Aula Penginapan Hotel Srikandi, Ransiki, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk menyamakan pemahaman tenaga kesehatan mengenai mekanisme pelayanan CKG di lingkungan satuan pendidikan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Manokwari Selatan, Mimi Inden, mengatakan akurasi data menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan program dapat menjangkau peserta didik sesuai sasaran.
“Keberhasilan pelaksanaan program CKG di sekolah perlu adanya sinergi seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam proses pendataan dan validasi sasaran agar pelayanan dapat menjangkau seluruh peserta didik yang menjadi target program tersebut,” kata Mimi saat kegiatan berlangsung.
Menurutnya, keterlibatan puskesmas dari seluruh wilayah Manokwari Selatan dibutuhkan karena fasilitas pelayanan kesehatan tersebut akan menjadi salah satu ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.
Workshop diikuti para kepala puskesmas se-Manokwari Selatan bersama perwakilan tenaga kesehatan dari masing-masing fasilitas. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat koordinasi sebelum program CKG diterapkan di sekolah-sekolah.
Melalui forum tersebut, Dinas Kesehatan berupaya memastikan setiap puskesmas memiliki pemahaman yang seragam mengenai prosedur pelaksanaan. Kesamaan pemahaman diperlukan agar proses pelayanan tidak berjalan dengan standar yang berbeda antarwilayah.
Selain prosedur, peserta juga diarahkan untuk memastikan data sasaran telah melalui proses pemeriksaan dan validasi secara cermat. Data yang akurat menjadi dasar penting untuk menentukan cakupan peserta didik yang akan memperoleh layanan CKG.
Persiapan tersebut juga berkaitan dengan komitmen Dinas Kesehatan Manokwari Selatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif bagi anak usia sekolah.
Pendekatan promotif dan preventif dinilai penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia dini. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi lintas program serta dukungan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di wilayah Manokwari Selatan.
Dalam workshop, tenaga kesehatan memperoleh pembekalan mengenai sejumlah aspek teknis. Materi yang diberikan meliputi mekanisme penyelenggaraan CKG, prosedur validasi data sasaran, pembagian tugas antarunit pelayanan, hingga penyusunan langkah teknis sebelum pelaksanaan di lapangan.
Dengan pembekalan tersebut, setiap puskesmas diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya dan mekanisme kerja secara lebih terstruktur. Koordinasi sejak tahap awal juga diharapkan dapat meminimalkan kendala ketika pelayanan CKG mulai dilaksanakan di sekolah.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala UPT Gudang Farmasi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).
Para kepala puskesmas se-Manokwari Selatan bersama tenaga kesehatan yang mewakili masing-masing fasilitas juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan CKG di sekolah membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Tidak hanya menyangkut tenaga kesehatan, tetapi juga ketepatan data, pembagian tugas, ketersediaan dukungan pelayanan, serta koordinasi antarfasilitas.
Dinas Kesehatan Manokwari Selatan berharap hasil workshop dapat menjadi dasar bagi seluruh puskesmas dalam menyiapkan pelaksanaan program CKG di satuan pendidikan.
Dengan validasi sasaran yang lebih akurat dan pemahaman prosedur yang seragam, program CKG diharapkan mampu menjangkau peserta didik secara lebih merata serta memperkuat upaya peningkatan kesehatan anak usia sekolah di Kabupaten Manokwari Selatan.



