Autopsi Yanto Idorway Tunggu Dokter Forensik Jayapura

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, hingga kini belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu kedatangan dokter forensik dari Jayapura. Pemeriksaan forensik tersebut dilakukan setelah keluarga almarhum mengajukan permohonan resmi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Jenazah saat ini telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat sebagai lokasi pelaksanaan autopsi. Kepolisian memastikan seluruh persiapan administrasi maupun fasilitas medis telah disiapkan sehingga proses pemeriksaan dapat segera dilakukan begitu dokter forensik tiba di Manokwari.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Trihadi Kuncahyo, mengatakan permohonan autopsi telah diterima secara resmi, baik dari pihak keluarga maupun penyidik Satreskrim Polres Pegunungan Arfak yang menangani perkara tersebut.

“Jenazah Yanto saat ini sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat. Kami telah menerima surat resmi permohonan otopsi, baik dari pihak keluarga almarhum maupun Kasat Reskrim Polres Pegunungan Arfak,” ujar Trihadi di Manokwari, Selasa (28/7/2026).

Menurut Trihadi, Rumah Sakit Bhayangkara bersama tim medis pendamping telah siap melaksanakan seluruh prosedur pemeriksaan. Namun, pelaksanaan autopsi masih tertunda karena dokter ahli forensik yang ditunjuk belum dapat tiba akibat kendala penerbangan dari Jayapura menuju Manokwari.

Ia menegaskan kehadiran dokter forensik menjadi bagian penting dalam proses investigasi karena hasil pemeriksaan ilmiah diharapkan mampu memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Yanto Idorway sekaligus mendukung kebutuhan pembuktian penyidik.

“Dokter ahli forensik dari Jayapura yang akan memimpin langsung tindakan periksa jasad ini. Kedatangan beliau sangat krusial untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, sesuai ekspektasi keluarga dan kebutuhan pembuktian penyidik,” jelasnya.

Polda Papua Barat memastikan seluruh tahapan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kepolisian juga berkomitmen menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka setelah autopsi selesai dilaksanakan.

Trihadi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum hasil pemeriksaan forensik diumumkan secara resmi. Ia meminta publik memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian agar proses penyelidikan dapat berjalan secara transparan dan berdasarkan fakta ilmiah.

“Kami pastikan proses ini berjalan objektif. Kami imbau masyarakat dan pihak keluarga untuk memercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian. Seluruh hasil periksa medis dan perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan sesuai fakta di lapangan,” pungkas Trihadi.

More articles

Latest article