Pemerintah Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp229 Triliun

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com – Pemerintah tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Salah satu hasil sementara dari proses tersebut adalah penyesuaian alokasi anggaran program yang diproyeksikan turun dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun.

Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Lili Khamiliyah, menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih menyempurnakan tata kelola program dalam beberapa pekan ke depan.

“Untuk sementara 2026 ini kan kita juga sudah ada efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun itu menjadi Rp229 triliun,” ujar Lili.

Menurutnya, evaluasi dilakukan agar pelaksanaan program nasional tersebut semakin tepat sasaran serta mampu mendukung pengelolaan APBN yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

BGN saat ini masih melakukan penyempurnaan berbagai aspek teknis, termasuk mekanisme penyaluran dan penetapan kelompok penerima manfaat. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menetapkan kebutuhan anggaran final Program MBG Tahun 2026.

Efisiensi anggaran juga dilakukan melalui penyisiran kembali data penerima manfaat. Langkah tersebut bertujuan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang memenuhi kriteria sehingga penggunaan anggaran negara menjadi lebih optimal.

Lili menegaskan bahwa proses penyesuaian anggaran tidak dimaksudkan untuk mengurangi kualitas pelaksanaan program, melainkan meningkatkan efektivitas tata kelola agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 62,7 juta orang.

Dengan adanya pembaruan data tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan akan menyesuaikan secara otomatis mengikuti jumlah penerima manfaat yang telah diverifikasi.

“Dengan hasil penyisiran sekitar 62,7 juta penerima manfaat, anggaran tentu akan mengikuti. Namun angka finalnya masih menunggu proses evaluasi selesai,” jelas Agustina.

Pemerintah memastikan pembahasan mengenai alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis masih terus berlangsung. Setelah seluruh proses evaluasi selesai, besaran anggaran final akan ditetapkan sebagai bagian dari penyusunan APBN Tahun 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran.

More articles

Latest article