Manokwari, Beritakasuari.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi memasuki babak baru dalam perjalanan dunia pendidikan tinggi di Papua Barat setelah berubah status menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP). Transformasi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 631/B/O/2026 dan menjadi tonggak penting dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi di wilayah Papua.
Peresmian perubahan status dilaksanakan melalui Rapat Senat Terbuka yang dirangkaikan dengan pelantikan rektor beserta jajaran pimpinan institut di Hotel Aston Niu Manokwari, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat, anggota DPR Papua Barat, Ketua LLDIKTI Wilayah XIV, serta sejumlah tokoh akademisi.
Dalam agenda tersebut, Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, resmi dilantik sebagai Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua oleh Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari, Petrus Makbon. Setelah pelantikan, Filep juga mengukuhkan tiga wakil rektor, yakni Marius S. Sakmaf, Dr. Enny M. Sasea, dan Dr. Isak S.K. Mandacan, bersama unsur pimpinan administrasi akademik lainnya.
Dalam laporannya, Filep Wamafma menjelaskan bahwa perubahan status tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Perjalanan selama 51 tahun menjadi fondasi bagi lahirnya institut yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin berkembang.
“Untuk membangun pendidikan yang berkualitas dan bermutu di tanah Papua, butuh kerja keras, kolaborasi, dan dukungan semua pihak,” ujar Filep Wamafma.
Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan almamaternya karena pernah menempuh pendidikan hingga lulus sebagai Sarjana Hukum pada tahun 2003. Menurutnya, perubahan status menjadi institut bukan sekadar pergantian nama, tetapi merupakan awal dari transformasi yang lebih besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Filep juga menyampaikan bahwa hari pelantikan menjadi momen bersejarah bagi seluruh sivitas akademika. Ia mengajak mahasiswa untuk menyambut identitas baru kampus dengan semangat perubahan serta tetap menjaga nilai-nilai akademik yang telah dibangun selama ini.
“Hari ini adalah hari terakhir kita menggunakan nama STIH Manokwari. Esok kita hadir dengan nama Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” katanya.
Kepada para alumni, ia berpesan agar tetap bangga menjadi bagian dari sejarah STIH Manokwari sekaligus mendukung perkembangan institut sebagai rumah besar pendidikan hukum dan teknologi di Tanah Papua.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberikan apresiasi atas keberhasilan transformasi tersebut. Menurutnya, perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan langkah strategis yang menunjukkan komitmen sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan langkah besar yang patut kita syukuri bersama. Ini menunjukkan komitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pendidikan hukum yang berkeadilan dan penguasaan teknologi yang inovatif,” ujar Dominggus Mandacan.
Ia menilai transformasi tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berintegritas. Menurutnya, keberadaan IHTP diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu hukum yang dipadukan dengan teknologi sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dominggus menegaskan bahwa perubahan status bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang semakin besar. Institut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, integritas moral, karakter kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan pembangunan di tingkat nasional maupun global.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintah, sivitas akademika, alumni, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Papua Barat. Dengan sinergi yang kuat, Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu mencetak generasi profesional, inovatif, dan berdaya saing tinggi demi kemajuan Papua dan Indonesia.



