Manokwari, Beritakasuari.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, secara resmi melepas kepulangan lebih dari 6.000 peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV dalam seremoni penutupan yang berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Minggu (28/6/2026). Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan nasional yang mempertemukan kontingen dari berbagai penjuru Indonesia.
Di hadapan ribuan peserta, Dominggus mengajak seluruh kontingen untuk membawa pulang semangat persaudaraan, kedamaian, dan harmoni yang telah terbangun selama penyelenggaraan Pesparawi di Papua Barat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan warisan terpenting yang lahir dari pertemuan antardaerah melalui pujian dan pelayanan kepada Tuhan.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari persaudaraan yang telah kita bangun bersama di atas Tanah Papua Barat,” ujar Dominggus dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Pesparawi Nasional XIV tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk menentukan juara, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat dari berbagai latar belakang budaya, suku, dan daerah. Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan dan persatuan bangsa semakin diperkuat dalam bingkai keberagaman Indonesia.
Dominggus menyampaikan rasa bangga karena Papua Barat dipercaya menjadi tuan rumah yang menerima kehadiran lebih dari 6.000 peserta dari 38 provinsi. Kehadiran ribuan penyanyi gerejawi di Manokwari dinilai bukan hanya memperlihatkan kualitas seni vokal, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan nasional.
Menurutnya, harmoni yang tercipta sepanjang pelaksanaan Pesparawi menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat Indonesia. Selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan, peserta saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan membangun persaudaraan tanpa memandang asal daerah.
“Kami menyaksikan bagaimana suara-suara memenuhi langit Manokwari. Ini bukan sekadar melodi dan harmoni, tetapi juga doa, syukur, dan kasih yang melampaui batas suku, bahasa, dan asal daerah,” ungkapnya.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah menampilkan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi. Menurutnya, setiap peserta layak disebut sebagai pemenang karena telah mempersembahkan pujian dengan penuh dedikasi dan semangat pelayanan, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh dalam perlombaan.
Menutup sambutannya, Dominggus mengundang seluruh peserta untuk kembali berkunjung ke Papua Barat pada kesempatan mendatang. Ia berharap pengalaman selama berada di Manokwari menjadi kenangan yang indah sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan antardaerah. Pesparawi Nasional XIV pun diharapkan meninggalkan warisan berupa semangat persatuan, toleransi, dan keharmonisan yang terus tumbuh di tengah keberagaman bangsa Indonesia.



