Wanokwari, Beritakasuari.com – Wakapolda Papua Barat, Dr. Sulastiana, menegaskan pentingnya respons cepat dan profesional dari seluruh jajaran kepolisian dalam menangani berbagai persoalan di tengah masyarakat. Ia meminta personel Polri tidak menunggu sebuah kasus menjadi viral sebelum mengambil langkah penanganan di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan Mapolda Papua Barat pada Senin (11/5/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Irwasda Polda Papua Barat, para pejabat utama, serta seluruh personel di lingkungan Polda Papua Barat.
Dalam arahannya, Wakapolda menyoroti pentingnya pengawasan internal dan disiplin anggota sebagai fondasi utama menjaga citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Ia meminta seluruh pimpinan fungsi hingga kepala satuan kerja melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap personel di masing-masing unit kerja.
“Negara sudah memberikan hak kepada anggota berupa gaji, remunerasi, dan fasilitas pendukung tugas. Karena itu setiap anggota wajib menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Sulastiana.
Selain soal kedisiplinan, Wakapolda juga mengingatkan seluruh personel agar menjauhi perilaku yang dapat mencoreng nama baik institusi, seperti keterlibatan dalam minuman keras, narkoba, maupun praktik perjudian. Menurutnya, pelanggaran tersebut tidak hanya merusak integritas individu, tetapi juga menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.
Ia turut menyinggung persoalan tambang ilegal yang belakangan menjadi perhatian publik di sejumlah wilayah. Wakapolda meminta seluruh fungsi terkait lebih peka terhadap perkembangan situasi melalui pendataan, pemetaan wilayah, dan analisis lapangan yang dilakukan secara menyeluruh.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai aparat baru bergerak setelah ada tekanan publik atau kasus menjadi viral,” tegasnya.
Sulastiana juga meminta seluruh anggota meningkatkan kepedulian terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat meskipun kondisi secara umum masih tergolong aman dan kondusif. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, banjir, maupun gangguan kamtibmas lainnya.
“Anggota Polri harus hadir dan responsif terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat. Itu bagian dari pelayanan yang harus terus diperkuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengajak seluruh personel membangun rasa memiliki terhadap institusi melalui peningkatan solidaritas internal, menjaga kebersihan lingkungan kerja, serta memperkuat kepedulian antaranggota.
Ia juga meminta jajaran kepolisian aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga para pemangku kepentingan guna menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling sebagai bagian dari penguatan keamanan berbasis masyarakat.
Menutup arahannya, Sulastiana mengingatkan setiap satuan kerja agar melakukan evaluasi penggunaan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, pelayanan publik tetap harus menjadi prioritas utama seluruh anggota Polri,” pungkasnya.



