Evaluasi Operasi Ketupat 2026: Kecelakaan Turun

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat mempublikasikan hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026 yang menunjukkan dinamika menarik dalam aspek keselamatan berlalu lintas. Secara umum, jumlah kecelakaan tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun tingkat fatalitas justru menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahitar, menjelaskan bahwa sepanjang operasi berlangsung, terdapat tujuh kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Papua Barat. Angka tersebut menunjukkan penurunan tipis dibandingkan tahun 2025 yang mencatat delapan kejadian. Ia menegaskan, “Secara kuantitas terjadi penurunan dari delapan menjadi tujuh kejadian dibandingkan tahun lalu”.

Meski demikian, capaian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi keselamatan secara keseluruhan. Evaluasi menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia justru meningkat signifikan. Jika pada Operasi Ketupat tahun sebelumnya hanya terdapat satu korban jiwa, maka pada 2026 angka tersebut naik dua kali lipat menjadi dua orang. Korban tercatat berasal dari wilayah Manokwari dan Teluk Wondama.

Kombes Pol Arief kembali menekankan bahwa “meskipun jumlah kecelakaan secara umum menurun, namun dampak kerugian dan korban meninggal dunia mengalami peningkatan”. Pernyataan ini menyoroti bahwa penurunan angka kejadian belum tentu berbanding lurus dengan tingkat keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, data korban luka menunjukkan tren yang beragam. Jumlah korban luka berat tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara korban luka ringan justru mengalami penurunan cukup signifikan, dari enam kasus menjadi tiga kasus. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam beberapa aspek penanganan atau kondisi kecelakaan, meskipun belum menyentuh penurunan fatalitas.

Hasil evaluasi ini menjadi catatan penting bagi jajaran kepolisian daerah dalam merumuskan strategi ke depan. Polda Papua Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan, khususnya di titik-titik rawan kecelakaan, guna menekan risiko korban jiwa pada operasi serupa di masa mendatang. Pendekatan berbasis data diharapkan mampu memperkuat upaya preventif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.

More articles

Latest article