Manokwari, Beritakasuari.com – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkotika, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Manokwari menggelar razia terpadu dan tes urine dengan melibatkan aparat penegak hukum dari unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus menegaskan sinergi antarinstansi dalam menjaga integritas lembaga.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan yang menandai kesiapan seluruh pihak dalam menjalankan operasi secara terkoordinasi dan profesional. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan urine terhadap warga binaan maupun petugas sebagai langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan lapas.
Pengawasan kemudian diperketat melalui razia menyeluruh di area hunian warga binaan. Langkah ini bertujuan memastikan tidak adanya peredaran barang terlarang, khususnya narkoba, yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. Seluruh proses dilaksanakan secara humanis dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan kepatuhan terhadap prosedur.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan narkotika maupun indikasi penyalahgunaannya, yang menandakan efektivitas pengawasan yang selama ini diterapkan. Meski demikian, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak sesuai ketentuan, seperti silet, penjepit rambut, peniti, jarum pentul, tusuk gigi, botol kaca berukuran kecil, gunting kuku, serta bunga besi. Seluruh temuan tersebut langsung diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku, termasuk proses pemusnahan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi yang kondusif agar seluruh warga binaan dan petugas dapat beraktivitas tanpa ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
Senada dengan itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Barat, Stanly Taghupia, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pemasyarakatan dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba. “Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam deteksi dini serta penguatan komitmen bersama menuju lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Hal ini mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam mengimplementasikan prinsip “Pemasyarakatan Bersih” sebagai fondasi utama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.



