Pastor Paroki, Aloysius Du’a, menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus merupakan simbol kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus sumber kehidupan baru bagi umat manusia. Peristiwa ini tidak hanya dipahami sebagai sejarah iman, tetapi juga sebagai kekuatan spiritual yang menghidupkan kembali harapan.
Ia menyampaikan bahwa tema Paskah tahun ini, yang diambil dari 2 Korintus 5:17, menekankan pentingnya pembaruan kemanusiaan melalui kebangkitan Kristus. Tema tersebut mengajak umat untuk melihat Paskah sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kebangkitan adalah peristiwa kemenangan Kristus atas dosa dan maut bagi keselamatan umat manusia, yang menghidupkan kembali iman.”
Dalam penjelasannya, ia menguraikan beberapa langkah konkret untuk menghidupi makna kebangkitan tersebut, seperti aktif berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi, memperdalam doa, serta memuliakan Tuhan melalui pujian. Praktik-praktik ini dinilai sebagai bentuk nyata penguatan iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Beberapa cara untuk menggaungkan kebangkitan Kristus yakni dengan berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi, berdoa dan bermadah untuk memuliakan nama Tuhan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Paskah dipandang sebagai momen reflektif untuk mengevaluasi diri dan memulai kehidupan baru yang berlandaskan iman, kasih, dan pengharapan. Transformasi yang dimaksud tidak hanya bersifat personal, tetapi juga mencakup hubungan dengan sesama dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
“Dalam membaharui kemanusiaan kita terhadap Tuhan, relasi dan alam ciptaannya sebagai rumah bersama,” tambahnya.
Melalui pesan tersebut, umat diajak untuk tidak sekadar merayakan Paskah sebagai tradisi, melainkan menjadikannya sebagai titik balik dalam perjalanan iman. Kebangkitan Kristus diharapkan mampu menumbuhkan keyakinan akan keselamatan serta kehidupan kekal, sekaligus mendorong perubahan nyata dalam cara hidup yang lebih bermakna dan bertanggung jawab.