Kaimana, Beritakasuari.com – Perayaan Vigili Paskah di Kaimana menjadi momentum refleksi mendalam bagi umat Katolik untuk menelusuri kembali perjalanan iman, mulai dari kisah penciptaan hingga peristiwa kebangkitan Yesus Kristus. Ibadah yang berlangsung di Gereja Katolik Santa Monika dipimpin oleh Pastor Paroki, Aloysius Du’a, yang menyampaikan pesan reflektif kepada jemaat.
Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa Vigili Paskah bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perayaan paling sakral dalam tradisi Gereja Katolik. Momen ini mengandung makna berjaga dalam iman, menantikan kebangkitan Kristus yang membawa harapan baru bagi kehidupan umat.
“Malam Paskah adalah puncak dari Triduum Paschale atau Tri Hari Suci yang merupakan jantung dari liturgi Gereja Katolik,” tegasnya.
Perayaan ini juga menandai berakhirnya masa puasa selama 40 hari yang dijalani umat sebagai bentuk pertobatan dan persiapan spiritual. Dalam konteks tersebut, Vigili Paskah dipahami sebagai fase transisi menuju sukacita kebangkitan yang menjadi inti iman Kristiani.
Ia menjelaskan bahwa terdapat empat bagian utama dalam rangkaian perayaan ini, yakni Upacara Cahaya, Liturgi Sabda, Liturgi Baptis, serta Liturgi Ekaristi. Keempat bagian tersebut menggambarkan perjalanan iman yang utuh, mulai dari terang Kristus hingga persekutuan umat dengan Tuhan.
“Terdapat empat bagian penting dalam Vigili Paskah yakni, Upacara Cahaya, Liturgi Sabda, Liturgi Baptis dan Liturgi Ekaristi,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa puncak kasih Allah tercermin dalam sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Peristiwa tersebut menjadi simbol kemenangan atas dosa dan kematian, sekaligus sumber kekuatan spiritual bagi umat dalam menjalani kehidupan.
“Semoga cahaya Kristus menjadi inspirasi iman yang membawa kedamaian, kekuatan dalam memperbaharui iman kita, untuk terus berkarya dan melayani Tuhan,” tuturnya.
Melalui perayaan ini, umat diajak tidak hanya mengenang peristiwa iman, tetapi juga menghidupinya dalam keseharian. Nilai-nilai pengorbanan, harapan, dan kebangkitan diharapkan mampu memperkuat komitmen spiritual serta mendorong kehidupan yang lebih bermakna dalam pelayanan dan kebersamaan.



