Manokwari, Beritakasuari.com – Pergerakan transportasi udara di Bandara Kelas II Rendani Manokwari menunjukkan tren peningkatan selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan signifikan terlihat pada jumlah penumpang, khususnya pada arus keberangkatan yang mendominasi aktivitas penerbangan.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, menyampaikan bahwa pelaksanaan posko angkutan Lebaran berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Dalam kurun waktu tersebut, operasional penerbangan berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
“Selama periode tersebut, seluruh operasional penerbangan berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya.
Data operasional menunjukkan total pergerakan pesawat, baik datang maupun berangkat, masing-masing mencapai 135 penerbangan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan 8,1 persen untuk penerbangan datang dan 7,4 persen untuk penerbangan berangkat.
Puncak aktivitas penerbangan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+3, dengan total 12 penerbangan dalam satu hari. Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, tren kenaikan terlihat lebih menonjol. Penumpang datang tercatat sebanyak 7.668 orang, meningkat 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 7.175 orang.
Adapun jumlah penumpang berangkat mencapai 11.512 orang, mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 10.176 orang. Puncak arus penumpang terjadi pada 28 Maret 2026 atau H+7, dengan total 632 penumpang datang dan 878 penumpang berangkat dalam satu hari.
Di sisi lain, pergerakan kargo justru menunjukkan tren penurunan. Volume kargo datang tercatat sebanyak 45.733 kilogram atau turun 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 52.572 kilogram. Sementara itu, kargo berangkat tercatat sebesar 54.976 kilogram, menurun 9,3 persen dari angka sebelumnya sebesar 60.102 kilogram.
Puncak aktivitas kargo terjadi pada 13 Maret 2026 atau H-8, dengan total 5.083 kilogram untuk kargo datang dan 8.991 kilogram untuk kargo berangkat. Penurunan ini menunjukkan adanya pergeseran pola distribusi logistik selama periode Lebaran.
Herman menegaskan bahwa transportasi udara tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan selama masa angkutan Lebaran. Faktor kecepatan dan efisiensi menjadi alasan utama meningkatnya minat masyarakat menggunakan moda transportasi ini.
“Transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat selama masa angkutan Lebaran,” katanya.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah penumpang di Bandara Rendani mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, sekaligus menunjukkan peran penting sektor transportasi udara dalam mendukung konektivitas wilayah di Papua Barat.



