Manokwari, Beritakasuari.com – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan wisuda angkatan pertama tahun akademik 2025/2026 yang berlangsung di Aula Polda Papua Barat pada Sabtu, 28 Maret 2026. Momentum ini menjadi langkah awal perjalanan institusi dalam mencetak lulusan sarjana.
Rektor UNCRI, Prof. Dr. Robert KR Hammar, menegaskan bahwa prosesi ini memiliki makna penting, bukan hanya sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai simbol dimulainya kontribusi nyata universitas dalam dunia pendidikan tinggi. Sebanyak 173 mahasiswa resmi dinyatakan lulus pada kesempatan tersebut.
Hingga saat ini, jumlah mahasiswa aktif di UNCRI mencapai 1.360 orang yang tersebar di lima program studi, meliputi Ilmu Hukum, Manajemen, Sains dan Kelautan, Ilmu Lingkungan, serta Rekayasa Kehutanan. Dari sisi tenaga pengajar, universitas didukung oleh 51 dosen tetap dan sembilan dosen tidak tetap.
Peningkatan kualitas akademik terus menjadi fokus utama. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya jumlah dosen bersertifikasi pendidik yang kini mencapai 10 orang. Di antaranya terdapat dua guru besar dan dua lektor kepala. Selain itu, sejumlah tenaga pengajar sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor untuk memperkuat kompetensi institusi.
Dalam upaya pengembangan ke depan, UNCRI menargetkan peningkatan mutu program studi, khususnya Ilmu Hukum dan Manajemen, agar mampu meraih akreditasi unggul pada tahun 2028. Di bidang riset dan pengabdian masyarakat, universitas ini juga menunjukkan perkembangan dengan mencatat 235 penelitian serta 122 kegiatan pengabdian yang telah dipublikasikan melalui enam jurnal internal.
Para lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan dunia kerja dengan integritas, ketekunan, dan kemampuan adaptasi yang baik. Selain meraih keberhasilan pribadi, mereka juga didorong untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Apresiasi turut disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Tanah Papua, Dr. Suriel Samuel Mofu. Ia menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem nasional yang kualitasnya dijamin oleh negara. Menurutnya, lulusan harus memiliki kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi serta mampu mengelola waktu secara efektif dalam menentukan arah masa depan.
Ia juga menyoroti bahwa perhatian merupakan aset penting yang berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang. LLDIKTI sendiri terus berkomitmen mendukung mahasiswa di Papua melalui berbagai program, termasuk beasiswa dan pendataan agar bantuan pendidikan dapat tepat sasaran.
Dengan pencapaian ini, baik UNCRI maupun LLDIKTI berharap para lulusan tidak hanya menjadi individu yang sukses, tetapi juga mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat dan daerah.



