Teluk Bintuni, Beritakasuari.com – Teluk Bintuni kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat harmoni sosial dan nilai keagamaan melalui agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut secara resmi diawali oleh Wakil Bupati Joko Lingara di Kampung Tomu, Distrik Tomu, Senin (2/3/2026), dengan menyerahkan bantuan dana operasional sebesar Rp10 juta kepada pengurus Masjid Quba.
Pada waktu yang sama, tim Safari Ramadan pemerintah daerah juga melaksanakan kegiatan serupa di Masjid Al Falah, Kampung Sasari. Penyaluran bantuan operasional dengan nominal yang sama turut diberikan kepada pengurus masjid tersebut, sebagai bentuk pemerataan dukungan terhadap rumah ibadah di wilayah Sebyar Raya.
Wakil Ketua Tim Safari Ramadan yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris DPRK Teluk Bintuni, Saiful Adha, menjelaskan bahwa tim dibagi menjadi dua kelompok agar kegiatan berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu bersamaan. Ia memastikan bahwa sejumlah masjid lain di kawasan Sebyar Raya turut memperoleh bantuan serupa guna menunjang aktivitas ibadah selama Ramadan hingga persiapan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memakmurkan masjid, menghidupkan syiar Islam, serta menunjang kegiatan keagamaan menjelang Hari Raya,” ujar Saiful.
Dalam kesempatan tersebut, Joko Lingara menekankan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang silaturahmi yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dalam suasana spiritual yang hangat. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah umat mencerminkan tanggung jawab moral dalam membina kehidupan beragama sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Safari Ramadan ini menjadi jembatan hati antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyelenggara administrasi, tetapi juga bagian dari umat,” kata Joko.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak dapat bertumpu semata pada aspek fisik dan infrastruktur. Pembangunan spiritual, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, berakhlak, dan sejahtera secara menyeluruh. Momentum Ramadan dinilai strategis untuk membuka ruang dialog antara pemerintah, ulama, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat.
Selain bersilaturahmi dan menyerahkan bantuan, agenda Safari Ramadan juga dimanfaatkan untuk meninjau langsung progres pembangunan di Distrik Tomu. Pemerintah daerah menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat agar program yang dijalankan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Kami terus membuka diri untuk menerima masukan dari masyarakat, karena dalam musyawarah terdapat keberkahan,” pungkasnya.
Melalui Safari Ramadan 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menunjukkan bahwa penguatan nilai religius berjalan beriringan dengan pembangunan daerah, menghadirkan keseimbangan antara kemajuan fisik dan keteguhan spiritual masyarakat.



