Serui, Beritakasuari.comDinkes Kepulauan Yapen telah meningkatkan pengawasan dan tindakan pencegahan terhadap penyebaran HIV/AIDS karena jumlah warga yang terinfeksi virus mematikan ini semakin meningkat. Yohanes S Woisiri, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kepulauan Yapen, menyatakan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 2.000 orang dengan HIV/AIDS di kabupaten tersebut. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 132 orang dari data sebelumnya.

Menurut Woisiri, pada bulan September 2024, terdapat 2.036 orang dengan HIV/AIDS di Kepulauan Yapen. Data sebelumnya pada Maret 2024 mencatat 1.904 orang. Mayoritas dari mereka, hampir 90 persen, adalah warga asli Papua yang tinggal di Kota Serui, Distrik Yapen Selatan, dan Distrik Anotaurei.

Banyak orang baru mengetahui bahwa mereka terinfeksi AIDS setelah mengalami gejala parah. Penanganannya terlambat karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Penularan HIV/AIDS terutama melalui hubungan seksual, dan kebanyakan orang yang terinfeksi berusia 25-49 tahun.

Woisiri berharap agar masyarakat aktif dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS di Kepulauan Yapen, karena hal ini dapat mengancam masa depan generasi penerus Orang Asli Papua. Kontrol pergaulan anak-anak oleh orang tua juga sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini.

Peningkatan kasus HIV/AIDS juga berdampak pada ketersediaan darah untuk pendonoran, karena penderita HIV/AIDS dan penyakit menular tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah. Indonesia memiliki target untuk mencapai nol kasus baru penularan HIV, kematian akibat AIDS, dan stigmatisasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) pada tahun 2030. Oleh karena itu, Kepulauan Yapen harus segera menyelesaikan permasalahan ini.

Marlon Mundoni, Administrator Komisi Penanganan HIV/AIDS Kepulauan Yapen, menekankan pentingnya upaya bersama dalam mencapai target tersebut. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS dan melindungi kesehatan masyarakat, terutama generasi penerus Orang Asli Papua.