Manokwari, Beritakasuari.com – Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) mencatat peningkatan signifikan pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026. Hingga menjelang penutupan proses seleksi, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar hampir menyentuh angka 700 orang, jauh melampaui target awal yang ditetapkan pihak kampus sebanyak 400 peserta.
Rektor IHTP, Dr. Filep Wamafma, menyebut lonjakan jumlah pendaftar menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya. Menurutnya, perubahan status kelembagaan dan upaya peningkatan kualitas pendidikan menjadi faktor yang mendorong tingginya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di IHTP.
“Tahun ini minat mahasiswa baru sangat tinggi. Target awal kami sekitar 400 mahasiswa, tetapi jumlah pendaftar sudah hampir mencapai 700 orang,” ujar Filep di Manokwari.
Ia menjelaskan, proses penerimaan mahasiswa baru kini memasuki tahap akhir sebelum dimulainya aktivitas akademik. Seluruh persiapan diarahkan agar pelayanan kepada mahasiswa baru dapat berjalan maksimal sejak awal perkuliahan.
Sebagai perguruan tinggi swasta, IHTP menempatkan pelayanan kepada mahasiswa sebagai salah satu prioritas utama. Seluruh unsur pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan diminta mengedepankan budaya melayani tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan kampus.
“Kami semua adalah pelayan. Tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih istimewa. Pelayanan harus menjadi prioritas, tetapi kualitas tetap menjadi syarat utama,” tegasnya.
Di tengah meningkatnya jumlah mahasiswa baru, pihak kampus juga mengakui masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan ruang perkuliahan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara akan dibagi antara Kampus Sanggeng dan Kampus Wosi sehingga seluruh mahasiswa tetap dapat mengikuti proses perkuliahan dengan baik.
Selain solusi jangka pendek, IHTP telah menyusun rencana pembangunan kembali sejumlah ruang kuliah di Kampus Wosi. Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan kapasitas layanan pendidikan sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.
“Tahun depan, kami berencana membangun kembali fasilitas perkuliahan di Wosi agar mampu menunjang proses belajar-mengajar yang semakin berkembang,” kata Filep.
Penguatan fasilitas fisik juga diiringi dengan komitmen meningkatkan kualitas institusi melalui pemenuhan berbagai standar pendidikan tinggi. Menurut Filep, IHTP harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan lulusan yang kompetitif.
Ia menilai perjalanan IHTP yang telah berlangsung hampir lima dekade menjadi modal penting untuk terus melakukan transformasi di berbagai bidang, baik akademik maupun tata kelola kelembagaan.
“Kampus ini sudah berdiri hampir 50 tahun. Karena itu, kita tidak boleh berhenti berbenah. Kita harus terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” ujarnya.
Filep juga memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun kampus. Semangat kolaborasi, keterbukaan terhadap berbagai masukan, serta budaya kekeluargaan menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi IHTP menuju perguruan tinggi yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.
Menurutnya, kerja sama yang solid di seluruh jajaran menjadi kekuatan utama untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat pada masa mendatang.



