Kaimana, Beritakasuari.com – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Kaimana terus memperkuat penyediaan data pertanahan yang akurat melalui pemanfaatan teknologi modern. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemetaan udara seluas sekitar 900 hektar di Kampung Tanggaromi, Distrik Kaimana, dengan menggunakan drone dan GPS geodetik sebagai bagian dari percepatan program strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2026, dilaksanakan oleh tim Seksi Survei dan Pemetaan Kantor Pertanahan Kabupaten Kaimana bekerja sama dengan PT Geonusa Scientia Indonesia. Hasil pemetaan ini ditargetkan menjadi peta dasar pertanahan yang memiliki tingkat akurasi tinggi untuk mendukung berbagai layanan administrasi pertanahan.
Rian Mulyana dari Kantor Pertanahan Kabupaten Kaimana menjelaskan bahwa foto udara tersebut memiliki peran penting dalam menyediakan data spasial yang mutakhir sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai program strategis pemerintah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan peta dasar pertanahan yang akurat dan dapat menggambarkan kondisi wilayah secara menyeluruh. Hasil foto udara ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), verifikasi batas kepemilikan tanah, layanan pertanahan elektronik, hingga evaluasi tata ruang,” ujar Rian Mulyana.
Menurutnya, data yang dihasilkan memiliki fungsi serupa dengan peta digital modern karena mampu menampilkan kondisi lahan secara detail dan presisi. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai program nasional di bidang agraria.
Sementara itu, perwakilan PT Geonusa Scientia Indonesia, Resa Kurniawan Siswanto, mengatakan bahwa pemetaan dilakukan dengan target cakupan wilayah sekitar 900 hektar. Untuk memastikan ketelitian hasil pengukuran, tim memasang 12 titik Ground Control Point (GCP) serta 12 titik Independent Check Point (ICP) sebagai acuan pengendalian dan verifikasi data di lapangan.
Resa menjelaskan bahwa proses pengambilan gambar udara memanfaatkan Drone Matrice 4 yang dipadukan dengan teknologi GPS Geodetik. Kombinasi kedua perangkat tersebut memungkinkan diperolehnya data spasial berstandar tinggi dengan tingkat ketelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia optimistis seluruh target pemetaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga hasilnya segera dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan administrasi pertanahan dan perencanaan pembangunan di Kabupaten Kaimana.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari PT Geonusa Scientia Indonesia yang terdiri atas Resa Kurniawan Siswanto dan Nauval Daffa, bersama tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Kaimana, yakni Agustinus Christensen Luden, S.P.W.K., Giovanni Wuran, S.T., Rian Mulyana, serta Acil.
Melalui pemanfaatan teknologi pemetaan udara, Kantor Pertanahan Kabupaten Kaimana berharap mampu menghadirkan data pertanahan yang lebih akurat, mempercepat pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), mendukung transformasi layanan pertanahan berbasis elektronik, sekaligus menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan tata ruang yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Kaimana.



