Manokwari, Beritakasuari.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran yang jauh melampaui isu kesetaraan gender. Ia menyebutnya sebagai investasi strategis yang menentukan arah kemajuan daerah, baik dari aspek sosial, ekonomi, hingga pembangunan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka peringatan Hari Kartini ke-147 yang dikemas dalam sebuah seminar bertema “Perempuan Berdaya, Manokwari Bermartabat” di Manokwari, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Dalam pemaparannya, Bupati menguraikan empat pilar utama yang dinilai krusial untuk memperkuat kapasitas perempuan. Pilar pertama adalah pendidikan, yang menekankan pentingnya membentuk perempuan yang cerdas, kritis, dan mandiri sebagai fondasi kontribusi sosial. Selanjutnya pada pilar ekonomi, perempuan didorong memiliki akses luas agar mampu berperan sebagai penggerak kesejahteraan keluarga tanpa ketergantungan finansial.
Pada aspek kesehatan, perempuan harus memperoleh layanan yang memadai guna menunjang peran ganda mereka dalam keluarga dan masyarakat. Sementara itu, pilar kepemimpinan menyoroti pentingnya membuka ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, baik di sektor pemerintahan maupun ruang publik lainnya.
Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari sejauh mana perempuan merasa aman, terlindungi dari kekerasan, serta memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti peran penting perempuan dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat. Ia menyebut bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dalam menanamkan nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebersamaan sejak usia dini.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan budaya, terutama pola pikir patriarki, masih menjadi hambatan yang harus diatasi bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengubah perspektif dan memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.
Menurutnya, ketika perempuan diberdayakan secara optimal, dampaknya akan terasa langsung pada ketahanan keluarga dan kesejahteraan komunitas. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat kemajuan daerah secara menyeluruh.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang nyata. Ia menutup dengan menegaskan bahwa perempuan merupakan aktor utama dalam pembangunan, motor penggerak ekonomi, sekaligus agen perubahan yang harus ditempatkan sebagai prioritas dalam mewujudkan masa depan Manokwari yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.



