Mansel, Beritakasuari.com – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) mulai melakukan monitoring ke seluruh distrik sebagai langkah awal menyusun arah pembangunan dan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data lapangan yang akurat sehingga setiap program pemerintah dapat disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Manokwari Selatan, Dr. Christofol Mandacan, menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan sebelum proses pembahasan anggaran dimulai. Informasi yang diperoleh dari setiap distrik akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan pada tahun mendatang.
“Monitoring ini dalam rangka pendataan sebagai data awal Bappeda sebelum pembahasan anggaran tahun anggaran 2027,” ujar Christofol.
Menurutnya, data lapangan akan membantu Bappeda mengevaluasi usulan yang diajukan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memilah program yang benar-benar mendesak, baik untuk meningkatkan pelayanan publik di tingkat distrik maupun menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Christofol menegaskan bahwa pendekatan berbasis data akan membuat proses penyusunan anggaran menjadi lebih objektif dan tepat sasaran. Setiap usulan pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan sehingga alokasi anggaran dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Dengan adanya data awal ini, kita sudah punya dasar untuk melihat mana usulan kebutuhan prioritas yang diajukan OPD. Dalam pembahasan nanti, kita sudah bisa mengetahui mana yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak, karena Bappeda sudah memiliki data lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Manokwari Selatan yang menginstruksikan pelaksanaan pendataan langsung di seluruh distrik. Menurut Christofol, kebijakan tersebut merupakan terobosan penting agar proses perencanaan pembangunan tidak hanya bertumpu pada laporan administratif, tetapi juga berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Dalam dialog bersama kepala distrik, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Christofol berharap kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi pemerataan pembangunan. Meski kemampuan keuangan daerah terbatas, setiap distrik diharapkan tetap memperoleh program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau boleh, ketika nanti membahas efisiensi anggaran, meski dananya sedikit, minimal ada program yang bisa menyentuh masyarakat di semua distrik. Jangan sampai ada distrik yang sama sekali tidak kebagian program,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai semangat pemerataan pembangunan sejalan dengan visi Bupati Manokwari Selatan yang kini memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Saya pikir anggaran sedikit, tetapi kalau diatur dengan baik, pasti bisa. Itu semua tergantung bagaimana tata kelola keuangan kita,” tutup Christofol.
Melalui pendataan yang komprehensif di seluruh distrik, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan berharap proses penyusunan APBD 2027 dapat menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan merata, sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.



