Penjualan iPhone 18 Pro di China Naik 15 Persen

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com – Apple mencatat kinerja penjualan positif di pasar smartphone China melalui iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua perangkat premium tersebut berhasil menarik minat konsumen dan membukukan penjualan lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya pada periode awal peluncuran.

Berdasarkan laporan Counterpoint Research, penjualan iPhone 18 Pro di China meningkat 12 persen dalam tiga hari pertama setelah peluncuran. Angka tersebut melampaui performa iPhone 17 Pro yang dicatat selama pekan pertama ketersediaannya pada tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena pasar smartphone China sebelumnya mengalami tekanan cukup besar. Sejak Juli 2026, penjualan ponsel baru di negara tersebut dilaporkan merosot 17 persen secara tahunan. Kenaikan harga komponen, terutama RAM dan penyimpanan, disebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pasar.

Namun, kehadiran iPhone 18 Pro series mampu memberikan dorongan tersendiri bagi Apple. Kinerja awal yang kuat turut mengantarkan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu ke posisi teratas dalam penjualan smartphone di China pada pekan ke-38.

“Performa awal yang kuat membantu Apple menempati posisi pertama dalam hal penjualan pada minggu ke-38, dengan pangsa pasar sebesar 33% di pasar smartphone China,” tulis Counterpoint dalam laporannya, seperti dikutip dari 9to5Mac, Sabtu (3/10/2026).

Counterpoint mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap tingginya minat konsumen terhadap dua model premium Apple tersebut. Salah satunya adalah strategi promosi yang agresif dari jaringan ritel dan operator seluler di China.

Selain promosi, jadwal peluncuran iPhone 18 versi standar yang ditunda juga diperkirakan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dengan hadir lebih dahulu, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menjadi pilihan bagi konsumen yang tidak ingin menunggu model reguler.

Faktor lain berkaitan dengan perubahan harga di segmen smartphone premium. Ketika sejumlah produsen menghadapi peningkatan biaya komponen, konsumen dinilai semakin mempertimbangkan nilai produk dibandingkan hanya melihat harga jual.

Apple disebut menanggung sebagian kenaikan biaya produksi sehingga harga iPhone 18 Pro dinilai relatif kompetitif dibandingkan sejumlah perangkat premium lainnya, meskipun harga jualnya turut mengalami penyesuaian.

Di pasar China, varian iPhone 18 Pro series dengan kapasitas penyimpanan 256 GB dan 512 GB dilaporkan mengalami kenaikan harga sebesar 1.000 yuan atau sekitar Rp2,6 juta. Sementara itu, model berkapasitas 1 TB mengalami kenaikan 2.500 yuan dan varian 2 TB naik 3.500 yuan.

Data dari sumber lain juga memperlihatkan tren penjualan yang menggembirakan bagi Apple. Blogger teknologi RD Observation memperkirakan penjualan gabungan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mencapai sekitar 1,3 juta unit selama pekan pertama ketersediaannya di China.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan penjualan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max pada periode awal peluncuran tahun sebelumnya.

Kinerja ini menunjukkan bahwa lini premium Apple masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan pasar smartphone yang semakin ketat. Meski demikian, kedua model tersebut juga menghadapi persaingan dari perangkat Apple lainnya, termasuk iPhone 17 dan iPhone Air.

Perbedaan angka pertumbuhan dalam laporan Counterpoint dan RD Observation berasal dari periode pengukuran serta metode pelaporan yang berbeda. Meski demikian, keduanya sama-sama mengindikasikan bahwa iPhone 18 Pro series memperoleh respons positif dari konsumen China pada awal penjualannya.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Apple dalam mempertahankan posisinya di salah satu pasar smartphone terbesar dunia, terutama ketika kenaikan biaya komponen dan perubahan perilaku konsumen terus memengaruhi dinamika industri teknologi.

More articles

Latest article