Mansel, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) menyiapkan pengadaan perangkat internet berbasis satelit Starlink untuk memperluas konektivitas di sejumlah wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan komunikasi.
Program yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) pada Anggaran Perubahan Tahun 2026 tersebut difokuskan pada tiga distrik terluar, yakni Nenei, Tahota, dan Dataran Isim.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Manokwari Selatan, Achmad Daryus Sjukur, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Manokwari Selatan untuk mengatasi keterbatasan akses internet di wilayah yang masih mengalami titik buta sinyal.
Menurut Achmad, penggunaan Starlink dipilih sebagai solusi jangka pendek sembari menunggu pembangunan infrastruktur telekomunikasi melalui program BAKTI Kominfo. Proses pembangunan menara jaringan dinilai membutuhkan waktu serta tahapan administrasi yang tidak singkat.
“Kita butuh jalan pintas agar akses internet di sana segera hidup. Informasi kejadian dan layanan pemerintahan di wilayah 3T harus tetap terkoneksi dengan pusat,” ujar Achmad, Jumat (3/10/2026).
Pemerintah daerah merencanakan pemasangan perangkat di balai kampung atau kantor kampung agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan komunikasi masyarakat dan aktivitas pelayanan pemerintahan.
Penentuan titik pemasangan masih menunggu hasil survei lapangan. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh sinyal sehingga pengadaan perangkat dapat diarahkan secara tepat.
Seluruh kebutuhan biaya, mulai dari pengadaan hingga pemasangan Starlink, akan ditanggung melalui Dana Otsus. Pemerintah berharap penggunaan teknologi internet satelit ini dapat membantu mempercepat arus informasi dari daerah terpencil ke pusat pemerintahan.
Ketersediaan jaringan internet juga diharapkan mempermudah pemantauan kondisi dan perkembangan wilayah secara langsung. Dengan dukungan konektivitas yang lebih baik, koordinasi antarlembaga dan pelayanan publik di tiga distrik tersebut berpeluang berjalan lebih efektif.
Achmad menekankan pentingnya mempercepat pencairan anggaran survei agar seluruh tahapan program tidak terkendala keterbatasan waktu. Menurutnya, realisasi pengadaan harus segera dilakukan mengingat waktu efektif yang tersisa pada tahun anggaran berjalan semakin terbatas.
“Sisa waktu efektif pengadaan hanya dua bulan ke depan. Segala proses harus segera berjalan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sebelum akhir tahun,” tutupnya.
Melalui program ini, Pemkab Manokwari Selatan menargetkan kesenjangan akses komunikasi di wilayah terpencil dapat dikurangi, sekaligus memperkuat keterhubungan masyarakat dengan layanan dan informasi pemerintahan.



