Manokwari, Beritakasuari.com – Persoalan asap yang muncul dari aktivitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sowi Gunung kembali mendapat perhatian. Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret menyusul keluhan masyarakat mengenai asap dari lokasi pengelolaan sampah tersebut.
Menurut Orgenes, dampak asap paling dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar TPA. Kampung Masepi menjadi salah satu wilayah yang disebut terdampak, terutama ketika aktivitas pembakaran sampah berlangsung pada malam hari.
Ia mengatakan persoalan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar TPA. Asap juga disebut telah mengganggu kualitas udara hingga kawasan perkantoran pemerintahan di Manokwari.
“Masalah ini harus segera diselesaikan karena sudah banyak masyarakat yang melapor. Pada malam hari ketika sampah dibakar, asapnya menebal dan memenuhi Kampung Masepi, kawasan sekitar TPA, bahkan sampai ke perkantoran Gubernur Papua Barat,” kata Orgenes kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Rabu (5/8/2026).
Orgenes menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh, bukan hanya dengan mengatasi asap yang muncul ketika pembakaran berlangsung. Pemerintah dinilai perlu mengevaluasi sistem pengelolaan sampah sekaligus mencari solusi jangka panjang.
Salah satu opsi yang disampaikan adalah mempertimbangkan lokasi TPA baru yang berada lebih jauh dari kawasan permukiman. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi potensi gangguan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pengelolaan sampah.
“Tempat pembuangan sampah harus dicari lokasi baru yang jauh dari permukiman. Dampaknya sekarang sudah dirasakan sampai di Kantor Gubernur Papua Barat sehingga udara menjadi tidak segar dan tidak nyaman,” tuturnya.
Namun, sebelum menentukan lokasi baru, Orgenes meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh. Kajian tersebut perlu mempertimbangkan aspek teknis, kondisi lingkungan, serta dampaknya terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan langsung terhadap aktivitas yang memicu persoalan asap di TPA Sowi Gunung. Pengendalian pembakaran sampah menjadi salah satu langkah yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius dalam upaya mengurangi dampak pencemaran udara.
Menurut Orgenes, persoalan pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan kepada satu pemerintahan saja. Penanganannya membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Kerja sama antarpemerintah diperlukan karena persoalan sampah berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Selain aspek kebersihan kota, pengelolaan TPA juga menyentuh persoalan lingkungan, kesehatan publik, tata ruang, dan kenyamanan warga.
Orgenes berharap pemerintah tidak menunda langkah penyelesaian. Keluhan masyarakat yang terus muncul dinilai menjadi sinyal bahwa persoalan asap dari TPA Sowi Gunung membutuhkan respons yang lebih terukur dan cepat.
“Harus ada komunikasi yang baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar persoalan ini segera ditangani. Masyarakat sudah banyak yang mengeluh dan merasa tidak nyaman akibat pembakaran sampah di TPA Sowi Gunung,” ujarnya.
Ia menilai solusi terhadap persoalan TPA perlu diarahkan pada sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan. Penentuan lokasi, metode pengolahan, pengendalian dampak lingkungan, serta perlindungan terhadap masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari perencanaan pemerintah.
Dengan koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten, penanganan TPA Sowi Gunung diharapkan dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya merespons keluhan saat ini, tetapi juga memperbaiki tata kelola sampah Manokwari dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat yang berada di sekitar TPA, penyelesaian persoalan tersebut menjadi penting untuk memastikan lingkungan tempat tinggal tetap nyaman. Pemerintah diharapkan dapat menghadirkan langkah nyata yang mampu mengurangi gangguan asap sekaligus menjaga kualitas lingkungan di wilayah Manokwari.



