Manokwari, Beritakasuari.com – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Yanto Idorway yang dilaporkan hanyut di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Memasuki hari keenam, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil meski area pencarian terus diperluas dengan dukungan personel dan peralatan khusus.
Korban dilaporkan terseret arus deras pada Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIT saat bersama dua rekannya berusaha menyeberangi sungai menuju kawasan wisata Air Terjun Memti. Diduga kehilangan pijakan akibat kondisi sungai yang licin, korban langsung terbawa arus. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak berhasil sehingga peristiwa tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari.
Operasi pada hari keenam diawali dengan apel dan briefing pada pukul 07.30 WIT. Seluruh personel kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 10.00 WIT sebelum memulai pencarian sesuai strategi yang telah disusun.
Fokus pencarian kali ini diarahkan pada sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi tinggi menjadi lokasi korban tersangkut. Tim menyisir celah-celah bebatuan di sepanjang aliran sungai, melakukan penyisiran darat sejauh sekitar 1,6 kilometer, serta memanfaatkan drone thermal untuk pemantauan udara dalam radius satu hingga dua kilometer dari lokasi kejadian.
Selain itu, penyebaran informasi juga dilakukan kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai melalui koordinasi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencarian apabila terdapat informasi baru dari warga.
Meskipun berbagai metode telah diterapkan, hingga operasi dihentikan pada pukul 17.00 WIT, keberadaan korban masih belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Manokwari, Polda Papua Barat termasuk Tim K9, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegaf, keluarga korban, masyarakat setempat, serta awak TVRI. Seluruh personel didukung kendaraan penyelamatan, motor trail, drone thermal, perlengkapan panjat tebing, hingga peralatan penyelamatan di perairan untuk menjangkau medan yang sulit.
Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari perubahan cuaca yang berlangsung cepat, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, suhu udara pegunungan yang rendah, arus sungai yang deras, hingga bebatuan licin yang meningkatkan risiko bagi personel di lapangan.
Tim SAR memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan evaluasi terhadap hasil pencarian sebelumnya serta penyesuaian strategi agar area yang diperiksa semakin luas dan efektif.
“Kami akan terus mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki dalam operasi pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.”
Di sela-sela operasi, Tim SAR Gabungan juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya yang memiliki aliran sungai deras, medan berbatu, maupun kondisi cuaca yang mudah berubah. Keselamatan diharapkan menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.



