OJK dan Kodam XVIII/Kasuari Perkuat Literasi Keuangan

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Kodam XVIII/Kasuari terus memperkuat pemahaman prajurit TNI mengenai literasi keuangan digital. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengelola keuangan secara sehat sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan finansial berbasis digital.

Kegiatan bertajuk “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” itu berlangsung di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Kamis (16/7/2026), dan diikuti lebih dari 300 prajurit TNI.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Kresna Aditya Payokwa, serta perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Meilinda W.N. Barahima.

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, menjelaskan bahwa perkembangan layanan keuangan digital memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai risiko kejahatan digital yang semakin kompleks sehingga diperlukan peningkatan literasi keuangan.

“Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, investasi bodong, penyalahgunaan data pribadi, hingga pemalsuan bukti transfer menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Literasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Budi Rahman.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai cara mengenali modus penipuan digital, menghindari pinjaman online ilegal, mewaspadai investasi tanpa izin, serta menjaga keamanan data pribadi saat melakukan transaksi elektronik.

Selain memberikan materi edukasi, OJK juga memperkenalkan berbagai kanal perlindungan konsumen yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila menjadi korban kejahatan keuangan. Layanan tersebut meliputi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), SiPASTI, serta Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) yang dapat digunakan untuk melaporkan dugaan penipuan, aktivitas keuangan ilegal, maupun pengaduan terhadap pelaku usaha jasa keuangan.

Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengapresiasi kolaborasi OJK yang dinilai memberikan manfaat besar bagi prajurit dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Ia mengingatkan seluruh personel agar menerapkan pola pengelolaan keuangan yang sehat dengan membiasakan menabung, menyusun perencanaan keuangan, serta tidak mudah tergiur berbagai tawaran investasi yang belum memiliki legalitas resmi.

“Banyak persoalan muncul akibat pengelolaan keuangan yang kurang tepat dan pola hidup konsumtif. Saya mengajak seluruh prajurit Kodam XVIII/Kasuari untuk mengelola penghasilan secara bijak, membiasakan menabung, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya,” katanya.

Menurutnya, ketahanan finansial menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung profesionalisme prajurit saat menjalankan tugas negara. Dengan kondisi keuangan yang sehat, prajurit dapat lebih fokus melaksanakan tanggung jawab tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap para prajurit tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan bagi diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga, satuan, maupun masyarakat.

Kolaborasi antara OJK, Kodam XVIII/Kasuari, Bursa Efek Indonesia, dan Bank Indonesia diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang aman, meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital, serta mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang sehat menuju Indonesia Emas.

More articles

Latest article