Rumah Gizi Manokwari Siap Beroperasi pada 2027

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari terus memperkuat upaya menekan angka stunting melalui berbagai program berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Rumah Gizi yang dirancang sebagai pusat layanan terpadu penanganan stunting dan masalah gizi anak. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan angka prevalensi stunting tetap berada di bawah target nasional sebesar 14,2 persen, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Tadare, menjelaskan bahwa prevalensi stunting di Manokwari pada 2025 tercatat sebesar 10,2 persen. Sementara itu, data sementara pada pertengahan 2026 menunjukkan angka 11,7 persen yang masih bersifat dinamis karena proses intervensi di lapangan terus berjalan.

“Target nasional itu 14,2 persen. Tahun 2025 kita berada di angka 10,2 persen, sedangkan tahun ini data sementara sekitar 11,7 persen. Angka ini masih terus bergerak karena intervensi di lapangan masih berlangsung,” ujar Alexander.

Alexander menegaskan bahwa peningkatan angka sementara tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan bertambahnya jumlah anak stunting. Menurutnya, terdapat sejumlah kasus yang secara medis tergolong gizi kurang, namun saat data dimasukkan ke dalam aplikasi nasional, sistem secara otomatis mengategorikannya sebagai stunting.

Ia mencontohkan kondisi yang ditemukan di Distrik Nuni, di mana sejumlah anak berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan masuk kategori gizi kurang. Namun, dalam sistem pelaporan nasional, data tersebut tercatat sebagai stunting sehingga memengaruhi angka prevalensi secara keseluruhan.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan seluruh anak yang mengalami stunting maupun gizi kurang tetap memperoleh penanganan yang sama melalui layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi tanpa membedakan lokasi maupun status pencatatan.

Untuk mengoptimalkan upaya tersebut, Pemkab Manokwari telah menetapkan pembangunan Rumah Gizi sebagai salah satu program prioritas daerah. Fasilitas ini nantinya akan menjadi pusat pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus tempat pendampingan gizi secara intensif hingga kondisi kesehatan anak kembali normal.

“Rencana pembangunan Rumah Gizi sudah final. Tahun depan penanganan stunting kita pusatkan di satu tempat agar intervensinya maksimal sampai kondisi gizi anak benar-benar membaik,” kata Alexander.

Rumah Gizi juga akan menjadi pusat koordinasi berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian nutrisi, edukasi keluarga, hingga pemantauan perkembangan anak secara berkelanjutan.

Pemkab Manokwari menilai penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Karena itu, kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat dengan melibatkan Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar intervensi berjalan lebih efektif.

Melalui kehadiran Rumah Gizi pada 2027, pemerintah berharap penanganan stunting di Kabupaten Manokwari menjadi lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda secara berkelanjutan.

More articles

Latest article