Manokwari, Beritakasuari.com – Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Manokwari, Papua Barat. Selama pelaksanaan kegiatan, perputaran uang yang terjadi diperkirakan mencapai lebih dari Rp61,1 miliar, yang mengalir langsung ke berbagai sektor usaha lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri acara penutupan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Lapangan Borarsi, Manokwari, Minggu (28/6/2026). Menurutnya, besarnya aktivitas ekonomi dipicu oleh kehadiran ribuan peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia yang memanfaatkan berbagai layanan selama berada di Papua Barat.
“Kehadiran 6.182 peserta resmi, ditambah ribuan penggembira dari berbagai provinsi di Indonesia, membawa berkah ekonomi yang sangat besar. Perputaran uang yang masuk dan tersebar langsung ke masyarakat Manokwari mencapai lebih dari Rp61,1 miliar selama acara berlangsung,” ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan bahwa belanja peserta mencakup kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pembelian cendera mata dan produk khas daerah. Aktivitas tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Hotel dan penginapan mengalami lonjakan tingkat hunian selama pelaksanaan kegiatan. Kondisi serupa juga dirasakan rumah makan, jasa transportasi, pedagang di pasar tradisional, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual kerajinan tangan serta berbagai produk khas Papua Barat.
Selain memberikan manfaat ekonomi, Menag menilai Pesparawi Nasional XIV juga menghadirkan nilai sosial yang sangat penting, yakni memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Papua Barat.
Menurut Nasaruddin, masyarakat Manokwari menunjukkan contoh nyata kehidupan yang harmonis melalui keterlibatan berbagai elemen lintas agama dalam menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi. Dukungan tersebut terlihat sejak penyambutan peserta hingga penutupan kegiatan.
“Hal yang paling menyentuh adalah sinergi dan toleransi antarumat beragama, dengan keterlibatan aktif komunitas lintas agama. Sepanjang jalan dan area pasar di Manokwari dipenuhi spanduk ucapan selamat dari berbagai suku dan agama. Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Manokwari sangat kompak dalam menjaga kerukunan,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV, Kementerian Agama Republik Indonesia juga memberikan bantuan khusus senilai Rp9 miliar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan kehidupan keagamaan, pengembangan sumber daya manusia, serta mendukung kemajuan daerah setelah menjadi tuan rumah ajang nasional yang melibatkan ribuan peserta dari 38 provinsi.
Pesparawi Nasional XIV resmi berakhir pada Minggu (28/6/2026) setelah berlangsung selama beberapa hari di Manokwari. Selain menghasilkan kompetisi paduan suara gerejawi yang berkualitas, kegiatan tersebut juga meninggalkan dampak positif bagi sektor ekonomi, sosial, dan kerukunan masyarakat Papua Barat, sekaligus memperkuat citra Manokwari sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional.



