BI Resmikan Kantor Terintegrasi Pertama di Papua Barat

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meresmikan gedung kantor dan rumah dinas Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat di Manokwari pada Sabtu, 18 April 2026. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya operasional fasilitas yang dirancang dengan konsep terintegrasi tersebut.

Acara ini turut dihadiri Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, serta Bupati Manokwari Hermus Indou, bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam keterangannya, Aida menyampaikan bahwa pembangunan kantor dan rumah dinas yang terintegrasi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan dirancang sebagai model percontohan nasional. “Kantor dan rumah dinas ini merupakan pertama di Indonesia dan akan menjadi percontohan di daerah lain,” ujarnya, menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan infrastruktur kelembagaan.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat transformasi dengan pendekatan yang menggabungkan lingkungan kerja modern dan hunian yang mendukung produktivitas pegawai. Selain itu, konsep pembangunan juga mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui desain yang ramah lingkungan serta adaptif terhadap karakteristik wilayah.

Lebih jauh, Aida menilai pembangunan ini mencerminkan komitmen kuat Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas pelayanan di daerah, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi kawasan timur Indonesia. “Gedung kantor dan rumah dinas ini adalah bukti nyata komitmen Bank Indonesia dalam menghadirkan standar terbaik untuk mendukung pelaksanaan tugas di daerah,” katanya.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengapresiasi kehadiran fasilitas tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong kemajuan daerah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan pelestarian nilai budaya dan lingkungan setempat.

Secara fungsional, kompleks gedung ini akan menjadi pusat koordinasi kebijakan strategis di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kehadirannya diharapkan memperkuat peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, perluasan digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS, serta optimalisasi distribusi uang rupiah layak edar hingga ke wilayah terpencil.

Selain itu, fasilitas ini juga diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan menyediakan ruang kolaborasi dan pemberdayaan yang lebih terstruktur. Dengan pendekatan tersebut, Bank Indonesia berupaya memperkuat daya saing ekonomi lokal sekaligus mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.

Peresmian ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, instansi vertikal, sektor perbankan, akademisi, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat dan adat, mencerminkan dukungan kolektif terhadap penguatan peran kelembagaan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

More articles

Latest article